Kamis, 08 Desember 2011
*waru
Watashi wa, anata o aishite Shikashi, anata wa watashi o aishite inai. Watashi wa anata o aishi, anata wa, tan'ni subete de watashi ote iru.. Anata ni watashi no shōgai wa nanidatta no.. Anata wa watashi no tame ni ko no yōna koto ni natte inai.. Moshikashite..
karir mereka
Big Bang adalah boy banddari Korea Selatan. Kelompok ini terdiri dari 5 personel, masing-masing mempunyai bagian suara berbeda atau rapping. Mereka dianggap sebagai anggota wajah yang baru dari "Keluarga YG" di bawah asuhan YG Entertainment. Setelah meluncurkan karier mereka pada tahun 2006, Big Bang berhasil populer dan sukses pada tahun 2007 dengan singel "Lies" (거짓말) Kesuksesan ini menempatkan Big Bang sebagai boy band ternama Korea Selatan, dan bersaing dengan grup penyanyi wanita wonder gils Selain dikenal berkat lagu-lagu hit mereka, anggotanya juga dijadikan panutan dalam gaya berbusana.
G-Dragon
- Nama asli: Kwon Ji Yong (권지용)
- Tanggal lahir: 18 Agustus 1988 (umur 23)
- Pendidikan: Seoul Korean Traditional Arts Middle & High School of korean
- Penampilan pertama: DaeHanMinGook Hip Hop Flex 2001
- Posisi: Pemimpin, rapper, penulis lirik, pencipta lagu
Taeyang (SoL)
- Nama panggung: Tae Yang, SoL
- Nama kecil: YB Taekwon
- Nama asli: Dong Young Bae (동영배
- Tanggal lahir: 18 Mei 1998 (umur 23)
- Pendidikan: Chung-Ang University
- Penampilan pertama: YG Family 2nd Album 2002
- Posisi: vokalis, koreografer
T.O.P
- Nama asli: Choi Seung Hyun (최승현)
- Tanggal Lahir: 4 November 1987 (umur 24)
- Pendidikan: Seoul Art College (jurusan musik)
- Posisi: rapper, beat boxer, pencipta lagu
Daesung (D-Lite)
- Nama panggung : Dae Sung, D-Lite
- Nama asli: Kang Dae Sung (강대성)
- Tanggal lahir: 26 April 1989(umur 22)
- Pendidikan: Sekolah Menengah Atas KyeongIn
- Posisi: Vokalis
Seungri (Victory)
- Nama panggung: Seung Ri, V.I
- Nama kecil: V & Victory
- Nama asli: Lee Seung Hyun (이승현)
- Tanggal lahir: 12 Desember 1990(umur 20)
- Posisi: vokalis, koreografer
Mantan anggota
SO-1
- Nama asli: Jang Hyun Seung (장현승)
- Tanggal lahir: 03 September 1989 (umur 22)
SO-1 tidak diikutsertakan lagi sejak episode ke-9 video dokumenter mereka Sekarang tergabung dalam boy band lain yang diberi nama B2ST
Album Korea
- Volume 1: Since 2007 (21 Desember 2006)
- Volume 2: Remember (5 November 2008)
Album Jepang
- For The World: (4 Januari 2008)
- Volume 1: Number 1 (22 Oktober 2008)
- Volume 2: With You
Singel
Singel Korea
- "The First Single Album" (28 Agustus 2006)
- "Big Bang is V.I.P." (28 September 2006)
- "B I G B A N G 0 3" (21 November 2006)
Singel Jepang
- "My Heaven" (24 Juni 2009)
- "Gara Gara GO!" (8 Juli 2009)
- "Emotion" (Juli 2009)
Album dan singel solo
- Tae Yang: Hot (22 Mei 2008), album mini
- Dae Sung: - 날 봐 귀순 (19 Juni 2008), singel digital
- G-Dragon: - 나만 바라봐 Part 2 (30 Juni 2008), singel digital
- Dae Sung: - Big Hit!! (대박이야!!) (29 Januari 2009), singel digital
- Seung Ri: - Strong Baby
EP Korea (album mini)
- Always (16 Agustus 2007)
- Hot Issue (22 November 2007)
- Stand Up (8 Agustus 2008)
- Big Bang 4th Mini Album (25 Februari 2011)
Setelah anggota Big Band lengkap, jaringan televisi MTV Korea membuat 10 episode dokumenter yang memuat tentang aktivitas mereka selama menjalani latihan sebelum diluncurkan sebagai boy band. Episode 6 bagian pertama merinci tentang motivasi dan latar belakang para amhhpya untuk menjadi seorang penyanyi. Dokumenter ini melukiskan proses latihan yang sangat berat seperti sesi menari dan menyanyi. Dua orang anggota, SO-1 dan Seung Ri telah dipertimbangkan untuk tidak diikutsertakan, tetapi mereka diberi kesempatan untuk memamerkan kebolehan mereka dalam hal menari dan menyanyi. Namun Yang Hyun Suk (CEO YG Entertainment) akhirnya mengeluarkan SO-1 karena ia dianggap "terlalu malu-malu". Sementara itu, Seung Ri membuat Yang Hyun Suk terkesan dengan ketrampilan menyanyi dan menari yang dimilikinya, dan dipilih sebagai anggota Big Bang. Video dokumenter ini dibuat untuk mengenang masa paling berat para personel Big Bang sebelum menjadi bintang di industri hiburan Korea.
Ketika banyak boy band yang memiliki tipe penyanyi yang imut, produser YG Entertainment ingin memudarkan citra imut, dan membuat sebuah boy band yang benar-benar bisa bernyanyi. Sebelum melakukan debutnya sebagai Big Bang, para personelnya pernah mengusulkan beberapa nama seperti Apex, Stump, dan Diamond. Yang Hyun Suk, produser dan pendiri YG Entertainment menganggap nama-nama yang diusulkan mereka terlalu kekanak-kanakan, dan menetapkan nama baru, yakni "Big Bang".
Big Bang secara resmi melakukan penampilan pertama mereka di konser YG Family, 19 Agustus 2006 di Gymnastics Arena, Taman Olimpiade Seoul. Pada mulanya Big Bang beranggotakan 6 orang, namun salah seorang personel telah gugur (dalam video dokumenter Big Bang episode 9) dan tidak diikutsertakan.
Sebelum merilis album pertama mereka, Big Bang merilis 3 EP secara berturut-turut dalam beberapa bulan. Mereka merilis EP pertama, The First Single (29 Agustus 2006) yang menghasilkan singel hit, "This Love". Lagu "This Love" merupakan pembuatan ulang dari lagu "This Love" milik boy band Amerika Maroon 5.Singel "This Love" laris terjual 17 ribu kopi di bulan Agustus 2006,dan selanjutnya masih laku kira-kira sebanyak 40 ribu kopi. Big Bang merilis EP kedua, "Big Bang Is VIP", sebulan kemudian pada 28 September 2006, dan terjual sebanyak 21 ribu kopi dalam tempo 1 bulan. Pada akhirnya "Big Bang Is VIP" mampu terjual sebanyak 32.000 kopi. Pada 22 November 2006, mereka merilis EP ketiga bertajuk B I G B A N G 0 3, dan sukses terjual hampir 30 ribu kopi.
Masih pada tahun yang sama, klub penggemar Big Bang didirikan dengan nama "V.I.P." (nama yang diambil dari judul singel kedua mereka, "Big Bang Is VIP"). Berbeda dengan klub penggemar yang lain, penggemar Big Bang tidak mempunyai warna balon khusus untuk memperlihatkan dukungan mereka pada Big Bang. Sebagai pengganti balon, mereka melambaikan saputangan atau bandana berwarna hitam dan putih yang merupakan warna Big Bang.
Pada akhir Desember 2006, Big Bang menggelar konser pertama berjudul "The Real". Pada bulan berikutnya mereka merilis album perdana Since 2007 yang berisi kompilasi singel-singel yang beredar sebelumnya. Album perdana Big Bang terjual sebanyak 48.009 kopi hingga akhir Februari 2007.
Pada 8 Februari 2007, Big Bang merilis album konser berjudul The First / Real Life Concert yang terjual hampir 30 ribu kopi hingga akhir 2007.Dari Mei sampai Juli 2007, Big Bang menggelar tur keliling Korea pertama mereka yang diberi nama, "With You". Konser diadakan di 5 kota besar: Incheon, Daegu, Changwon, Jeonju, dan Busan.
Pada Agustus 2007, Big Bang merilis Always sebagai album mini perdana mereka, diikuti dengan promosi dan temu penggemar. Pemimpin grup G-Dragon mulai memproduksi dan menulis beberapa lagu untuk album Always. Album ini mendapat sambutan baik dari para penggemar dan kritikus musik, terutama lagu berjudul "거짓말" ("Lies"). "Lies" menjadi lagu pertama dari Big Bang yang menjadi hit luar biasa. Di acara SBS Hit Songs, "Lies" menempati urutan pertama pada 27 September 2007. Lagu ini juga menduduki peringkat pertama dalam MBC's Music Core, KBS Music Bank, dan Mnet Countdown, serta sejumlah tangga lagu daring dan untuk beberapa minggu berturut-turut.
Big Bang mendapatkan sejumlah penghargaan pada akhir tahun 2007, termasuk Grup Pria Terbaik dan Lagu Terbaik dalam acara Festival Musik M.NET/KM 2007.Pada tahun 2008, Big Bang meraih Penghargaan "Daesang" (Artis Terbaik) dari 17th Seoul Music Awards
Album mini kedua, Hot Issue dirilis beberapa bulan setelah Always, dan menghasilkan singel hit mereka yang berikutnya, "Last Farewell" ("마지막 인사"). Seperti album mini sebelumnya, "Last Farewell" juga menempati peringkat atas berbagai tangga album. Dari Cyworld, Last Farewell memenangi penghargaan Song of the Month Digital Music Award, dan berada di peringkat atas tangga album Juke-On selama 8 minggu berturut-turut.
Konser keliling kedua mereka, Big Bang Is Great berlangsung dari 28 Desember hingga 30 Desember 2008. Tiket habis terjual dalam 10 menit. Akibat terlalu lelah dan cedera dalam konser, anggota Big Bang sampai harus masuk rumah sakit,dan kegiatan promosi mereka menjadi tertunda. Walaupun demikian, album dan singel Big Bang terus laris sehingga harus dicetak ulang
Tahun | Penghargaan |
---|---|
2006 |
|
2007 |
|
2008 |
|
*sepi
krik.. krik..
La Costa yang biasanya penuh dengan canda tawa , kini sunyii..
#mbalik.o reek :D
La Costa yang biasanya penuh dengan canda tawa , kini sunyii..
#mbalik.o reek :D
What Is Right
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
Ajikdo moreugesseo right geu amudo moreulteji namjawa yeojaui chai
Ipjangttara dareugetji maebeon ttokgateun episode hanjjogeun kkorireul naerigo
Ssauryeogo neol mannageon aninde mariya jagiya
Naega museun mari deo pillyohagenni mianmian
Banbokdoen datumeun naeiri doemyeon da jinan iriya
Byeonmyeongeun haebwaya guchahae
Seoro ihae motae datulla hae
Uri saenggageul hae mae sungane
Jalmosui wonini nugudeun gane
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
Naman barabwajugi, bamsaewo tonghwahagi, gakkeumeun mollae junbihan kkamjjak ibenteuhaejugi,
Ginyeomil itji anki, jeoldae uisimhaji anki, neoui pyeon dwaejugi, saranghandago malhaejugi
Nega hae dallaneun daero wonhaneun daero noryeokhaebwatjiman naajijiga anha
Geudae nae jinsim andamyeon hwanaeji malgo geunyang nuneul gamgo immatchwojwo baby
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
Say ye ye ye jeomjeom ppareuge kkeuteul hyanghae gago isseo deo isangeun andwae yeh yeh
Baby hold on heundeulligo inneun nal butjabajwo ooh
(Uh listen) hangsang cheoeumeun seolleyeo munjeneun 1nyeonman jinamyeon eottae
Sarangeun an byeonhae sarami byeonhae animyeon gajok gata naega pyeonhae
Naega deo jalhalkkeran mal ijen muuimihangeol
Soljikhage ne sok mameul yeoreobwa right now
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
What is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
Ajikdo moreugesseo right geu amudo moreulteji namjawa yeojaui chai
Ipjangttara dareugetji maebeon ttokgateun episode hanjjogeun kkorireul naerigo
Ssauryeogo neol mannageon aninde mariya jagiya
Naega museun mari deo pillyohagenni mianmian
Banbokdoen datumeun naeiri doemyeon da jinan iriya
Byeonmyeongeun haebwaya guchahae
Seoro ihae motae datulla hae
Uri saenggageul hae mae sungane
Jalmosui wonini nugudeun gane
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
Naman barabwajugi, bamsaewo tonghwahagi, gakkeumeun mollae junbihan kkamjjak ibenteuhaejugi,
Ginyeomil itji anki, jeoldae uisimhaji anki, neoui pyeon dwaejugi, saranghandago malhaejugi
Nega hae dallaneun daero wonhaneun daero noryeokhaebwatjiman naajijiga anha
Geudae nae jinsim andamyeon hwanaeji malgo geunyang nuneul gamgo immatchwojwo baby
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
Say ye ye ye jeomjeom ppareuge kkeuteul hyanghae gago isseo deo isangeun andwae yeh yeh
Baby hold on heundeulligo inneun nal butjabajwo ooh
(Uh listen) hangsang cheoeumeun seolleyeo munjeneun 1nyeonman jinamyeon eottae
Sarangeun an byeonhae sarami byeonhae animyeon gajok gata naega pyeonhae
Naega deo jalhalkkeran mal ijen muuimihangeol
Soljikhage ne sok mameul yeoreobwa right now
Tell me what is right and what is wrong
Iyudo moreun chae neowa nan datugo isseo eolgureul burkhigoseo
Jantteuk simsuri naseo hajiman ireon ne moseummajeo nan
What is right and what is wrong what is right and what is wrong
Geumbangirado uldeut kkok eorinai gateun(hey) geudaega nae yeojaraseo joha nan
What is right and what is wrong
Haru-Haru
Tteonaga
Yeah
Finally I realize
That I\'m nothing without you
I was so wrong, forgive me
Ah, ah, ah, ah
Ah ah ah ahh, ah, ah, ah, ah, ah
Padocheoreom buswojin nae mam
Baramcheoreom heundeullineun nae mam
Yeongicheoreom sarajin nae sarang
Munsincheoreom jiwojijiga anha
Hansumman ttangi kkeojira swijyo
Nae gaseumsogen meonjiman ssahijyo
Say goodbye, yeah
Nega eobsin dan harudo mot salgeotman gatatdeon na
Saenggakgwaneun dareugedo geureokjeoreok honja jal sara
Bogosipdago bulleobwado neon amu daedabeobtjanha
Heotdoen gidae georeobwado ijen soyongeobtjanha
Ne yeope inneun geu sarami mwonji hoksi neol ullijin annneunji
Geudae naega boigin haneunji beolsseo ssak da ijeonneunji
Geokjeongdwae dagagagijocha mareul geol su jocha eobseo aetaeugo
Na hollo gin bameul jisaeujyo subaekbeon jiwonaejyo
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Oh, girl...
I cry, cry
You\'re my all
Say goodbye
Gireul geotda neowa na uri majuchindahaedo
Mot boncheok hagoseo geudaero gadeongil gajwo
Jakkuman yet saenggagi tteooreumyeon amado
Nado mollae geudael chajagaljido molla
Neon neul geu saramgwa haengbokhage neon neul naega dareun mam an meokge
Neon neul jageun miryeondo an namgekkeum jal jinaejwo na borandeusi
Neon neul jeo haneulgachi hayake tteun gureumgwado gachi saeparake
Neon neul geureoke useojwo amu il eopdeusi
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Nareul tteonaseo mam pyeonhaejigil (nareul itgoseo saragajwo)
Geu nunmureun da mareulteni, yeah (haruharu jinamyeon)
Charari mannaji anhatdeoramyeon deol apeultende, hmm
Yeongwonhi hamkkehajadeon geu yaksok ijen
Chueoge mudeodugil barae baby neol wihae gidohae
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Oh, girl
I cry, cry
You\'re my all
Say goodbye, bye
Oh, my love
Don\'t lie, lie
You\'re my heart
Say goodbye
Yeah
Finally I realize
That I\'m nothing without you
I was so wrong, forgive me
Ah, ah, ah, ah
Ah ah ah ahh, ah, ah, ah, ah, ah
Padocheoreom buswojin nae mam
Baramcheoreom heundeullineun nae mam
Yeongicheoreom sarajin nae sarang
Munsincheoreom jiwojijiga anha
Hansumman ttangi kkeojira swijyo
Nae gaseumsogen meonjiman ssahijyo
Say goodbye, yeah
Nega eobsin dan harudo mot salgeotman gatatdeon na
Saenggakgwaneun dareugedo geureokjeoreok honja jal sara
Bogosipdago bulleobwado neon amu daedabeobtjanha
Heotdoen gidae georeobwado ijen soyongeobtjanha
Ne yeope inneun geu sarami mwonji hoksi neol ullijin annneunji
Geudae naega boigin haneunji beolsseo ssak da ijeonneunji
Geokjeongdwae dagagagijocha mareul geol su jocha eobseo aetaeugo
Na hollo gin bameul jisaeujyo subaekbeon jiwonaejyo
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Oh, girl...
I cry, cry
You\'re my all
Say goodbye
Gireul geotda neowa na uri majuchindahaedo
Mot boncheok hagoseo geudaero gadeongil gajwo
Jakkuman yet saenggagi tteooreumyeon amado
Nado mollae geudael chajagaljido molla
Neon neul geu saramgwa haengbokhage neon neul naega dareun mam an meokge
Neon neul jageun miryeondo an namgekkeum jal jinaejwo na borandeusi
Neon neul jeo haneulgachi hayake tteun gureumgwado gachi saeparake
Neon neul geureoke useojwo amu il eopdeusi
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Nareul tteonaseo mam pyeonhaejigil (nareul itgoseo saragajwo)
Geu nunmureun da mareulteni, yeah (haruharu jinamyeon)
Charari mannaji anhatdeoramyeon deol apeultende, hmm
Yeongwonhi hamkkehajadeon geu yaksok ijen
Chueoge mudeodugil barae baby neol wihae gidohae
Dorabojimalgo tteonagara
Tto nareul chatjimalgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoeeopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chamabolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeonaelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haru haru
Mudyeojyeogane
Oh, girl
I cry, cry
You\'re my all
Say goodbye, bye
Oh, my love
Don\'t lie, lie
You\'re my heart
Say goodbye
Tell me goodbye-Big Bang
Letting you go... (here\'s somebody...)
Letting you go... (here\'s somebody...)
Yo I got this, yeah
Still thinking about this thing a lot
You got me shaken up
(Please tell me there\'s a way)
And it got my head just spinnin\' round round round round
(Please tell me there\'s a way)
Don\'t wanna take a fall
It\'s best to break it up
It\'s gonna be better for you, move on
(Please tell me there\'s a way)
Uh huh we break it break it
Or thought we make it make it
And now we cover it up
Girl I swear kimi no koto wo ichibyou demo
Kanashimasenai yakusoku
Mamoru tame ni wa mo moukoreshika
Erabu michi wa nai kara
Baby aishita bun dake kizutsuketeshimau
And I\'ve got nothing, nothing to say
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Boku wo wasureru koto ni jiyuu ni naru nara Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Girl you know kimi ga egao wo naku shitaku hodo
Boku wa jibun mo semeru yo
Nego semeru kotoba mo hikari sae mo
Nanimokamo miushinau
Baby kono kuchibiru ga hanareta shunkan
I\'ll never find better, better than you
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Soba ni iru koto dake ga yasashisa janai to Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Yo and it\'s so, so
Sad it just ain\'t happening
Wish it could be better
Sorry to scrapping
But I just can\'t let ya
Shouldn\'t be less than happy
I said look at me
I couldn\'t live with myself seeing you lacking
The things you deserve
Baby you was a part?
Must believe that it hurts
That lead this world
I feel the aching through my body
It just takes a bigger part of me
To be let you go
I wish that weren\'t so...
Kimi no koe setsunaku fade away... away-ay-ay-ay
Kaze ni kakikesareteyuku stay... stay-ay-ay-ay
Kore ijou wa I can\'t take it, sono namida don\'t cry for me
Kimi no tame never look back again
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Soba ni iru koto dake ga yasashisa janai to Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Tell me goodbye
Letting you go... (here\'s somebody...)
Yo I got this, yeah
Still thinking about this thing a lot
You got me shaken up
(Please tell me there\'s a way)
And it got my head just spinnin\' round round round round
(Please tell me there\'s a way)
Don\'t wanna take a fall
It\'s best to break it up
It\'s gonna be better for you, move on
(Please tell me there\'s a way)
Uh huh we break it break it
Or thought we make it make it
And now we cover it up
Girl I swear kimi no koto wo ichibyou demo
Kanashimasenai yakusoku
Mamoru tame ni wa mo moukoreshika
Erabu michi wa nai kara
Baby aishita bun dake kizutsuketeshimau
And I\'ve got nothing, nothing to say
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Boku wo wasureru koto ni jiyuu ni naru nara Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Girl you know kimi ga egao wo naku shitaku hodo
Boku wa jibun mo semeru yo
Nego semeru kotoba mo hikari sae mo
Nanimokamo miushinau
Baby kono kuchibiru ga hanareta shunkan
I\'ll never find better, better than you
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Soba ni iru koto dake ga yasashisa janai to Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Yo and it\'s so, so
Sad it just ain\'t happening
Wish it could be better
Sorry to scrapping
But I just can\'t let ya
Shouldn\'t be less than happy
I said look at me
I couldn\'t live with myself seeing you lacking
The things you deserve
Baby you was a part?
Must believe that it hurts
That lead this world
I feel the aching through my body
It just takes a bigger part of me
To be let you go
I wish that weren\'t so...
Kimi no koe setsunaku fade away... away-ay-ay-ay
Kaze ni kakikesareteyuku stay... stay-ay-ay-ay
Kore ijou wa I can\'t take it, sono namida don\'t cry for me
Kimi no tame never look back again
Tell me goodbye, tell me goodbye
Dakishimeta te wo
Tell me goodbye, tell me goodbye
Hanasou
Soba ni iru koto dake ga yasashisa janai to Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Tell me goodbye
sambutlah 'si cinta '
Saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian
Kesedihan dengan kesendirian
Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi
Menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan
Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta
Sambutlah ‘si CINTA’ yang cantik
Berikan dia senyum
Warnailah hari-hari dengan cinta
G-Dragon
Nama Asli: Kwon Ji-Yong [권지용]
Nama Panggung: G-Dragon (GD) [G드래곤 ]
Posisi: Leader, Rapper, Vocalist, Composer
Tanggal Lahir : 18 Augustus 1988
Tinggi : 177cm
Berat : 58kg
Golongan Darah : A
Keluarga : Ayah, Ibu, & Kakak perempuan (Dami)
Pendidikan : Seoul Korean Traditional Arts Middle & High School; Gyeong Hee University majoring in Post Modern Music Keahlian : Rapping, dancing, beat boxing, composing, singing, Chinese, & English.
Hobby : Menggambar, mengaransemen musik, mendengarkan musik, bernyanyi/rapping, membuat ekspresi lucu Kesukaan : Fashion, memasak, Donat, Anjing, mobil, buku-buku (puisi, komik, dan majalah), nonton kartun, dan dirinya sendiri.
Trivia:
-Bekerja di YG entertainment sejak umur 12 tahun
-Baru saja merilis album solonya tahun 2009
-Sudah berteman dengan TOP semenjak bangku SMA, dan berteman dengan Taeyang sejak berumur 12 tahun
-Dijuluki member yang paling tidak bisa tutup mulut
Nama Panggung: G-Dragon (GD) [G드래곤 ]
Posisi: Leader, Rapper, Vocalist, Composer
Tanggal Lahir : 18 Augustus 1988
Tinggi : 177cm
Berat : 58kg
Golongan Darah : A
Keluarga : Ayah, Ibu, & Kakak perempuan (Dami)
Pendidikan : Seoul Korean Traditional Arts Middle & High School; Gyeong Hee University majoring in Post Modern Music Keahlian : Rapping, dancing, beat boxing, composing, singing, Chinese, & English.
Hobby : Menggambar, mengaransemen musik, mendengarkan musik, bernyanyi/rapping, membuat ekspresi lucu Kesukaan : Fashion, memasak, Donat, Anjing, mobil, buku-buku (puisi, komik, dan majalah), nonton kartun, dan dirinya sendiri.
Trivia:
-Bekerja di YG entertainment sejak umur 12 tahun
-Baru saja merilis album solonya tahun 2009
-Sudah berteman dengan TOP semenjak bangku SMA, dan berteman dengan Taeyang sejak berumur 12 tahun
-Dijuluki member yang paling tidak bisa tutup mulut
FAKTANYA ::
- Nama panggung G-Dragon berasal dari nama aslinya yaitu Jiyong, G itu “지” (Ji) dari nama pertamanya dan “용” (Yong) yang berarti naga di Korea.
- Lahir pada 18-8-1988 dan kalo diliat dari tahunnya itu ia masuk dalam shio naga. Keren kan chingu Udah dikelilingi angka keberuntungan 8 trus shionya juga cocok sama namanya naga/dragon ^^ dan menurut kepercayaan Tionghoa, orang yang mempunyai shio naga adalah orang yang idealis, perfeksionis; mereka terlahir dengan pikiran bahwa mereka itu sempurna dan infleksibel. Mereka juga sangat agresif dan penuh tekad.
- Saat debut Big Bang, GD memenangkan ‘Penulis lagu Award’ di tahun 2007 MKMF (Mnet Km Music Festival).
- Keterampilannya dalam menulis itu membuat GD tidak hanya dibilang sebagai anggota sebuah boy band tapi juga sebagai produser setelah Seo Taji & Boys dan Deux di Korea Selatan, dua kelompok yang berpengaruh dan populer di tahun 1990-an.
- G-Dragon berpartisipasi dalam bisnis hiburan sejak dia masih kecil. Dia pertama tampil dalam acara populer anak2 yang disebut 뽀뽀뽀 (Bbo Bbo Bbo) dan saat ia berumur 7 tahun dia menjadi salah satu member di little Roora.
- Masuk sebagai trainee YG Ent. Saat berusia 12 tahun (kelas 6 SD), dibujuk oleh Yang Hyun Suk (PresDir YGE) untuk merengek dan memaksa ibu GD supaya memasukkannya ke YGE, ketika dia datang bersama ibunya untuk audisi.
- Lagu yang dibawakan saat audisi: Lil’ Bow Wow – That’s My Home
- G-Dragon telah dilatih oleh YG Entertainment sejak ia berumur 12 tahun bersamaan dengan member Big Bang lainnya, Tae Yang. Selama pelatihan mereka, mereka dikenal sebagai GDYB dan telah melakukan kerja kolaborasi dengan anggota lain Keluarga YG seperti kelompok hip hop Jinusean. Awalnya (mereka Hampir) debut sebagai duo. Namun kemudian Appa YG mengurungkan niat ini dengan rencana membuat sebuah boyband beranggotakan 5-6 orang.
- Meskipun secara umum kelompok Big Bang dianggap modis, Khusus untuk G-Dragon, dia dianggap memiliki rasa yang besar terhadap fashion. Dia sendiri telah menunjukkan minatnya dengan menyatakan keinginannya yang besar dalam mode.
- Pendant: Sebuah bintang dengan dasar berbentuk lingkaran dengan bentukan topi cap di atasnya (arti: Menjadi “Big Star” di industri musik)
- GD memiliki 3 tatto:
- satu dipunggung yang tertulis: “Too fast to live, too young to die.” (“Terlalu cepat untuk hidup, terlalu muda untuk mati.”yang merupakan kutipan dari T-Shirt rancangan Vivien Westwood.
- di lengan bagian dalam sebelah kanan yang tertulis “Vita Dolce,” yang artinya kehidupan yang baik
- di lengan sebelah kiri yang tertulis: “Moderato,” yang berarti ‘moderate,’ istilah dalam musik.
- Semua tato itu dibuat saat Big Bang menghadiri Hollywood Bowl dan di perayaan ulangtahun Danny (Im Tae Bin) 1TYM di Las Vegas. Dan Tatto itu dibuat oleh Carey Heart (mantan suaminya Pink) di tempat tato terkenal, Hart & Hurington Tattoo Parlor, di Palms Casino di Las Vegas.
- GD menyukai julukan “Kwon Leader.”
- Lagu ‘Lie’ sebenarnya lagu solonya GD, lalu kemudian diubah sehingga semua grup dapat menampilkan/menyanyikannya menjadi satu.
- Ukuran Pakaian: M
- CD pertama yang dipunya: Wu Tang Clan “Enter the Wu-Tang (36 Chambers)” dengan lagu favoritnya “C.R.E.A.M”
- Kebiasaan GD itu menggigit kukunya & mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan.
- Lagu Favoritnya yang lain: The Killers – Somebody Told Me
- Alasannya terjun ke dunia musik adalah satu kata: TAKDIR
- Nama panggilan semasa sekolah: Kwonjiral
- Kang In Super Junior adalah teman masa kecilnya
- Saat kelas 5 SD adalah pertama kalinya menulis lirik untuk sebuah talent show.
- Sangat tidak suka dengan orang yang menilai dirinya hanya berdasarkan tampangnya. Ingin dikenal karena musiknya daripada penampilannya.
- Jun Su 2PM adalah teman karib masa training. (YOUTUBE)
- Debut sebagai rapper pertama kali bersama Perry di lagu “Storm”
- Lagu Perry “G-Dragon” diambil dari nama panggungnya. (YOUTUBE)
- Pernah dapet nilai jelek saat di sekolah. Ketika hal ini diketahui oleh Appa YG, beliau mengancam kalo GD tidak dapat nilai minimal 80, dia tidak boleh meneruskan menjadi trainee di YGE lagi. GD lulus sekolah dengan nilai 87.
- Tae Yang dan Seung Ri adalah pasangan untuk G Dragon yang paling disukai VIP. Tae Yang, karena sudah bersahabat sejak usia 12 tahun. Sedangkan Seung Ri karena sifatnya yang polos dan gampang dikerjai sehingga sering menjadi lampiasan kejahilannya.
- Memilih Seung Ri sebagai orang yang bakal dia ajak kencan kalo Seung Ri seorang cewek.
- Sewaktu tinggal di apartemen pertama Big Bang, GD suka banget meluk Seung Ri sewaktu tidur.
- Terkenal paling galak dan gampang marah setiap sesi latihan untuk performance, karena mereka harus tetap untuk fokus dan berlatih keras. So Perfectionist. (Youtube)
- Di antara member Big Bang yang lain, satu-satunya yang tidak takut dengan Appa YG, malahan Appa YG yang takut sama dia.
- Satu-satunya yang pernah melihat Appa YG act cute saat beliau memamerkan sepatu baru dan berdansa “lucu” saat mendengarkan musik.
- Sangat bangga dengan dirinya sendiri saat berada di atas panggung.
- Berteriak adalah ritual pertama sebelum manggung ato saat rekaman.
- Beberapa VIP memberinya nama panggilan “Sandpaper Ji Yong”, karena sosoknya yang tampak kasar dan dingin dari luar. GD mengakui kalo dari luar dia tampak seperti itu, tetapi dari dalam tidaklah demikian. Orang-orang di sekitar dan dekat dengannyalah yang lebih tau.
- Mengaku jika ada VIP cewek yang menarik perhatiannya, dia akan menempuh segala cara dan kesempatan untuk menyatakan kepadanya.
- Sebagai seorang leader, adalah KEWAJIBANNYA mengecek setiap SMS yang masuk dari hape member yang lain. Dia juga selalu mengecek email2 atau komentar2 dari para fansnya.
- Sebagai composer lagu “Manwon Song” saat Seung Ri tampil di acara “Manwon Haengbok (Happy Share’s Company)”. (Seung Ri yang menulis liriknya)
- Kamarnya paling bersih diantara member lain dan katanya taeyang kamarnya kaya “Toko” karena banyak berisi pakaian/barang2 limited edition dari berbagai brand tekenal.
- Speed Dial No.1 : ayahnya
- Sangat dekat dengan keluarganya, sehingga mendapat julukan “Mom’s Best Son” yang berarti anak yang sangat dibanggakan sehingga para ibu ingin mempunyai anak seperti dia.
- Namun sejak kecil dia cukup egois.
- Kakak perempuannya GD, Kwon Dami memiliki toko pakaian online “Style Love”/”Style Luv.” Jiyong juga sering mengiklankan untuk produk kakaknya itu, baik itu mengenakan pakaiannya, mengambil foto dirinya lalu dipasang di website kakaknya, memakainya saat casual atau memakainya saat performances (dalam beberapa kasus atau acara2).
- Pacar pertamanya berumur lebih tua darinya. Ketika si pacar minta putus, GD mengakui kalo dia pernah membentak si pacar lewat telepon.
- Ciuman pertamanya berlangsung singkat dan terjadi saat baru masuk SMA, di depan rumah GD. “I did it because I wanted to and I liked her. My heart was racing/fluttering as I did it. (But we broke up)”
- Di akhir lagu “This Love”, GD menyebutkan nama “J” yang adalah inisial nama mantan pacar yang seorang balerina.
- Jika tidak menjadi seorang penyanyi, dia akan belajar tentang fashion.
- Hal yang disukai menjadi terkenal: bisa mendapat dukungan banyak orang.
- Hal yang tidak disukai menjadi terkenal: tidak bisa bebas pergi ke tempat-tempat yang diinginkan.
- Artis Favorit: Jay-Z , Blackstreet . JO , Pharrell , Maroon 5, Mondo Grosso, Rihanna, & 015B
- Lagu yang selalu dinyanyikan saat karaoke: This Love (Maroon 5) dan Gi uk man ee ra do [Ann]
- Punya anak anjing bernama Ga Ho
- Bagian tubuh kebanggaan: Tengkuk Leher, tulangnya.
- GD Ingin menantang kemampuan beraktingnya.
- Berpikir kalo dialah yang paling ganteng di panggung dan saat memandang dirinya sendiri di cermin yang berembun setelah mandi,di mana rambutnya tampak keren.
- Harta karunnya adalah semua baju, sepatu, topi dan asesorisnya. Dia mengaku kalo sampe barang-barang tersebut ada yang hilang, akan sulit untuk mencari penggantinya kembali.
- Pernah terdaftar dalam forum fansite Ivy dan BoA. Namun sekarang sudah expired.
- Impiannya adalah berduet dengan Ivy. Memuja gaya menari dan performance Ivy, serta ingin mengaransemen musik Hip hop yang seksi dengannya.
- Ingin mencoba mencampurkan musik Trot dengan Hip Hop
- Gaya berdandan favoritnya adalah gayanya sendiri, yaitu well-made, high-quality, dan cool.
- Punya sebuah grup bernama NuThang (dibaca: New Thing) yang terdiri dari beberapa teman seperti: Lee Soo Hyuk, Yang Seung Ho & Lee Jung Hyun yang sekarang menjadi stylist-nya 2NE1.
- Mengilangkan stress dengan bercanda bersama orang di sekitarnya dan goofing around.
- Cara untuk meningkatkan moodnya adalah dengan tidur ato pergi belanja.
- Memilih cinta daripada kerja.
- Posisi tidur: diagonal.
- Gigi depan GD pecah.
- GD paling suka tidur dan susuah dibangunin. Kasur adalah SURGANYA, di mana sembari berbaring dia sering merenung dan berpikir apa saja yang telah dia lakukan hari itu.
- GD pernah jadi anak didiknya SM Ent selama 5 tahun. Dia masuk kira2 waktu masih berumur 5 tahunan. Karena waktu itu jumlah waktu latihan terkesan males2an dari pihak SME, trus SME jg bingung mau jadiin GD sbg solois atau member boyband dan karakter yg ingin dipasang ke GDragon jg masih belum bisa ditemukan oleh pihak SME, bikin GD ga yakin sama SM, apalagi waktu itu kabarnya GD terkesan bakalan jadi ‘pelengkap’ di Shinhwa, dan bukan jadi membernya… jadi makin ga yakin lagi deh. Trus waktu GD lagi main ke rumah temennya, dia ngedengerin rap dan mulai dari situ dia suka trus mulai belajar rap gaya bebas, dan akhirnya masuk YG Ent, karena waktu itu YG memang terkenal dengan aliran Hip Hop.
- Sekitar 20 tahun ke depan, ingin seperti Pa
TOP
Nama asli: Choi Seung Hyun (최승현)
Tanggal Lahir: 4 November 1987
Pendidikan: Seoul Art College (jurusan musik)
Tanggal Lahir: 4 November 1987
Pendidikan: Seoul Art College (jurusan musik)
Posisi: rapper, beat boxer, pencipta lagu
Hobi : Membaca dan Berenang
Blood Type : B
Tinggi badan : 180 Cm
Berat Badan : 65 Kg
Likes : Pertunjukan Musical, Theater, ama Fashion Desainer.
Orang yang dikagumi : Usher, Omarion, Jay-Z, dan B2K
Personality : Juru bicara yang baik, tapi dia sangat keras kepala ketimbang para anggota Big Bang yang lain. Dia termasuk tipe orang Narsis , yaitu suka menganggap dirinya keren (walau emang bener). Tapi dia juga bilang kalo dirinya itu pemalu, dan pendiem (Jaim nih). Gak suka ama hal-hal yang ribet, dan member Big Bang yang punya sense humor tinggi.
Fact:
~ Makanan kesukaannya adalah nasi, es krim, yanggeng (selai kacang merah), donat.
~ Nama panggilan kesayangannya adalah 최탑 (choiTOP) dan TOP Hyong (diucapkan ‘top Hyong’, sebuah cara lucu mengatakan ‘hyung’ tetapi dari anak perempuan)
~ Ukuran pakaiannya Besar/ L (large).
~ Pada tahun ke-4 atau kelas 5 di sekolah dasar ia mendengarkan rapper Notorious BIG dan setelah mendengar musiknya, dia tergerak oleh itu dan ingin masuk ke dalam musik.
~ Suka yanggeng, sebuah selai kacang merah manis. Dia berpikir bau pasta kacang merah itu begitu indah dan loveable, tetapi tidak ingat ketika dia mulai menyukainya begitu banyak.
~ Tidak ada waktu di mana TOP punya nilai yang tinggi, sementara di sekolah.
~ Dia biasa tidur berjalan ketika ia masih muda. Sekarang ia hanya membungkus hoody nya erat-erat saat tidur.
~ Dia pikir dia tampak baik dalam apa pun yang dia pakai.
~ Harta yang paling berharga adalah ransel, yang ia terima sebagai hadiah ulang tahun pada tahun 2006 dari anggota lain. Tidak ingin pergi satu haripun tanpa mengenakan itu!
~ Ciuman pertama-nya di “7th grade, dekat Sungai Han dengan pacar saya / Karena aku ingin melakukannya / sedikit ciuman di bibir.” – TOP
~ Seotaiji Terdaftar di kafe dan di berbagai Afrika-Amerika Fansites penyanyi.
~ ibunya sebagai # 1 pada panggilan cepat.
~ Benci mendengar bahwa ia tampak menakutkan.
~ Dia akan memilih Taeyang sebagai anggota yang akan ia pacari kalau ia seorang gadis, mengklaim ia akan ‘mencuri semua kepandaian dalam dirinya’.
~ Jika ia tidak sedang bermusik, ia akan menjual pakaian, atau melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan mode.
~ Ia dapat menghitung kalori dengan sangat cepat.
~ Bisa terlihatmenakutkan kepada orang-orang, sehingga ia suka menutup mukanya di depan umum. Tidak memiliki banyak kepercayaan pada penampilannya.
~ Nama panggilan di sekolah adalah tukang tidur.
~ Paling percaya diri dengan philtrumnya.
~ Lebih memilih cinta daripada urusan kerja.
~ Menghilangkan stres dengan membuat dong sengs (anggota muda) tertawa.
~ Dijuluki oleh sebagian penggemar sebagai beastly Seung Hyun – berasal dari rap-nya terdengar seperti binatang.
~ Beberapa orang mengatakan ia menyerupai sebuah ‘넓적 부리 황새’ (Spoonbill bangau.)
~ Ingin melakukan CF es krim.
~ Nama panggilan kesayangannya adalah 최탑 (choiTOP) dan TOP Hyong (diucapkan ‘top Hyong’, sebuah cara lucu mengatakan ‘hyung’ tetapi dari anak perempuan)
~ Ukuran pakaiannya Besar/ L (large).
~ Pada tahun ke-4 atau kelas 5 di sekolah dasar ia mendengarkan rapper Notorious BIG dan setelah mendengar musiknya, dia tergerak oleh itu dan ingin masuk ke dalam musik.
~ Suka yanggeng, sebuah selai kacang merah manis. Dia berpikir bau pasta kacang merah itu begitu indah dan loveable, tetapi tidak ingat ketika dia mulai menyukainya begitu banyak.
~ Tidak ada waktu di mana TOP punya nilai yang tinggi, sementara di sekolah.
~ Dia biasa tidur berjalan ketika ia masih muda. Sekarang ia hanya membungkus hoody nya erat-erat saat tidur.
~ Dia pikir dia tampak baik dalam apa pun yang dia pakai.
~ Harta yang paling berharga adalah ransel, yang ia terima sebagai hadiah ulang tahun pada tahun 2006 dari anggota lain. Tidak ingin pergi satu haripun tanpa mengenakan itu!
~ Ciuman pertama-nya di “7th grade, dekat Sungai Han dengan pacar saya / Karena aku ingin melakukannya / sedikit ciuman di bibir.” – TOP
~ Seotaiji Terdaftar di kafe dan di berbagai Afrika-Amerika Fansites penyanyi.
~ ibunya sebagai # 1 pada panggilan cepat.
~ Benci mendengar bahwa ia tampak menakutkan.
~ Dia akan memilih Taeyang sebagai anggota yang akan ia pacari kalau ia seorang gadis, mengklaim ia akan ‘mencuri semua kepandaian dalam dirinya’.
~ Jika ia tidak sedang bermusik, ia akan menjual pakaian, atau melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan mode.
~ Ia dapat menghitung kalori dengan sangat cepat.
~ Bisa terlihatmenakutkan kepada orang-orang, sehingga ia suka menutup mukanya di depan umum. Tidak memiliki banyak kepercayaan pada penampilannya.
~ Nama panggilan di sekolah adalah tukang tidur.
~ Paling percaya diri dengan philtrumnya.
~ Lebih memilih cinta daripada urusan kerja.
~ Menghilangkan stres dengan membuat dong sengs (anggota muda) tertawa.
~ Dijuluki oleh sebagian penggemar sebagai beastly Seung Hyun – berasal dari rap-nya terdengar seperti binatang.
~ Beberapa orang mengatakan ia menyerupai sebuah ‘넓적 부리 황새’ (Spoonbill bangau.)
~ Ingin melakukan CF es krim.
General:
~ Sebelum masuk ke Big Bang, ia telah me-Rap dengan tempo underground.
~ Dia menangis ketika ia melihat 2000 penggemar di sebuah pesta ulang tahun kejutan untuknya.
~ Tidak suka kalau penggemar memasang foto keluarganya di internet. Dia merasa minta maaf kepada keluarganya.
~ Dia adalah anggota pertama akan tampil dalam MV solo artis lain di Big Bang – Red Roc’s ‘Halo’.
~ Dia ingin belajar dari GD Seung Ri dan bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan yang terbaik dan melakukan hal itu secara efisien.
~ TOP’s ‘sense. ” Dia punya bakat untuk menjadi lucu tidak peduli apa pun suasana hati.
~ Salah satu lagu favoritnya adalah ‘Notorious B.I.G. – Big Papa. “
~ Dia ingin suatu hari nanti duet dengan Lyn dan Gummy.
~ Ingin menjadi hyung(kakak) yang tidak memalukan untuk adik-adiknya.
~ Seniman favoritnya termasuk Method Man dan Kanye West.
~ Jika ia terlibat cinta dengan seorang gadis yang berasal dari kalangan penggemar/fans, itu akan membuatnya kecewa, karena yang bisa dia lakukan hanya melihatnya dan membiarkannya pergi begitu saja. Dia tidak ingin melakukan apa pun, karena gadis itu hanya seorang fans.
~ Dia jarang pergi Karaoke sebelumnya.
~ TOP terdaftar sebagai # 41 di Mnet’s TOP 100 “must have” Pria untuk 2007
Other :
~ Teman sekelas dengan Park Tae Hwan (peraih medali emas di Olimpiade Beijing Summer 2008), bahkan mengambil tes skrining bersamanya
Seung-ri
Nama panggung: Seung Ri, V.I
Nama kecil: V & Victory
Nama asli: Lee Seung Hyun (이승현)
Tanggal lahir: 12 Desember 1990
Posisi: vokalis, koreografer
Hobi :Berfoto ria, dance. Nonton film komedi
Blood Type : A
Tinggi Badan : 174 cm
Berat Badan : 57 Kg
Likes : Suka belajar berbahasa asing.
Orang yang dikagumi : Justin Timberlake & Omarion
Personality : dia cukup dewasa walau jadi member termuda dari semua anggota Big Bang, karena golongan darahnya A, dia termasuk pribadi yang pemalu, dan suka menyimpan sendiri masalahnya.
====================================Nama kecil: V & Victory
Nama asli: Lee Seung Hyun (이승현)
Tanggal lahir: 12 Desember 1990
Posisi: vokalis, koreografer
Hobi :Berfoto ria, dance. Nonton film komedi
Blood Type : A
Tinggi Badan : 174 cm
Berat Badan : 57 Kg
Likes : Suka belajar berbahasa asing.
Orang yang dikagumi : Justin Timberlake & Omarion
Personality : dia cukup dewasa walau jadi member termuda dari semua anggota Big Bang, karena golongan darahnya A, dia termasuk pribadi yang pemalu, dan suka menyimpan sendiri masalahnya.
Random facts:
1. Nama panggilan kesayangannya adalah 승리 (Seungri / Victory).
2. Ia pertama kali menyadari bahwa ia ingin menjadi seorang penyanyi ketika ia masih muda, dan menonton Britney Spears dan N Sync bersama konser di TV. ~ Yang paling mengesankan pada saat fans sign: “SeungRiya bagaimana nuna ini?”
3. Gaya favoritnya adalah G-Dragon’s gaya.
4. Ukuran pakaiannya M
5. Dia biasa tidur secara diagonal untuk menghindari G-Dragon karena ia selalu memegang dia. Dalam melakukannya, Daesung akan didorong ke sudut.
6. Dia pikir dia tampak baik ketika ia melihat keahliannya meningkat.
7. ibu sebagai # 1 pada panggilan cepat.
8. GD membuatnya memakai legging satu kali selama Gag Concert
9. Dia tidak suka ketika orang berkata bahwa ia memiliki kaki yang pendek.
10. Dia akan memilih GD sebagai teman kencan jika ia seorang gadis.
11. Mengatakan jika tidak untuk musik, ia akan menjadi seorang guru taman kanak-kanak.
12. Sebagai anggota termuda, ia memiliki setidaknya ruang untuk menggantungkan pakaian.
13. Sebagai anggota termuda, ia harus duduk di kursi belakang ketika Big Bang naik mobil.
14. Sebagai anggota termuda, dia mengambil baju paling terakhir setelah anggota lain.
15. Sebagai anggota termuda, pada saat mengikuti program ia harus mengenakan pakaian anggota lain dimana yang lain tidak mau memakai.
16. Dia mengelola jadwal di apartemennya.
17. Pernah berkata bahwa memiliki seorang penguntit akan menyenangkan.
18. Julukannya di sekolah itu BbenJilee.
19. Pernah berkata anti-fans masih sama dengan fans.
20. Ia paling percaya diri dengan sikunya.
21. Mengungkapkan bahwa ia telah menjadi penggemar Song Hye Kyo itu sejak waktu “Full House” ditayangkan, dan nama-nya selalu menjadi sebagai gadis yang ideal.
22. Dia suka suka gadis mungil dan manis yang memiliki daya tarik dan gaya yang lucu.
23. Dia bangga pada dirinya sendiri ketika ia memonitor dirinya berdiri di atas panggung.
24. Ciuman pertama: “9 kelas / di sebuah taman pada hari-hari hujan dengan kemudian pacar. Kami melakukannya ketika kita tiba-tiba membuat kontak mata.” –Seungri.
25. Barang berharga miliknya adalah mp3.
26. Suatu kali ia diam-diam menulis sesuatu yang positif tentang dirinya di Big Bang’s fan kafe, ketika ia membaca sesuatu yang buruk yang ditulis tentang dirinya.
27. Dia terdaftar di Shinhwa, Dong Bang Shin Ki, dan Poppin ‘Hyun Joon Nam’s fan kafe sebelumnya.
28. Loves sepak bola jadi dia pernah ke Park Ji Sung dan Lee Young Pyo’s sites.
29. Sebuah hadiah dari fans yang menyentuh dia adalah sebuah album dengan lebih dari 600 foto-foto dirinya dan penampilan mereka di TV / radio.
30. Salah satu lagu favoritnya adalah ‘Wheesung – Ahn Dweh Nah Yo’
31. Sesuatu yang ingin penggemarnya untuk berhenti melakukan adalah: Skinship. Beberapa orang berjalan dengan menyentuh dan menyentuh pantat mereka. (oops…..!!!)
32. Kadang-kadang merasa canggung ketika dia sendirian dengan Daesung, tapi Daesung tidak tahu itu.
33. Dia ingin suatu hari nanti duet dengan Big Mama.
34. Dia ingin mencoba menulis.
35. Ingin melakukan pizza CF.
36. Jika mendapatkan gadis dari kalangan penggemar, maka ia tidak akan menunggu lama dan meminta nomor handphonenya.
37. Salah satu seniman favoritnya adalah Justin Timberlake.
38. Sebuah lagu yang selalu bernyanyi di Karaoke adalah Lihatlah Foto [Vibe].
39. The SeungRi menyanyikan lagu Manwon sendiri Happy Shares Company Episode sebagai lagu pertama yang dia tulis. 40. Bangga dengan ‘The Pride of Gwanju’ (kota asalnya).
41. Suka bila orang berbicara tentang dirinya … selalu.
42. sebuah kelompok yang menerima GuangJoo Budaya DaeSang (Award).
43. Dia adalah seorang kontestan Battle Shinhwa yang berhenti dari pertunjukan karena ia tidak memiliki kemampuan vokal dibandingkan dengan yang lain.
44. Mendapat 81 poin selama kelas 7, yang merupakan yang terbaik di sekolah. Tapi, setelah ia mulai menari-nari ia menerima 40 sebelumnya.
45. Pernah menerima pelatihan vokal sampai ia masuk YG.
46. Diam-diam ia menangis ketika pertama kali ditolak dari menjadi anggota dari Big Bang.
47. Dia adalah anggota terakhir untuk diambil untuk bergabung dengan Big Bang.
48. Keterampilan tari yang luar bisa adalah apa yang membuatnya diterima di YG. YG bilang dia punya kemampuan luar biasa untuk menciptakan tarian sendiri.
49. Dia membuat terkejut YG dengan tarian yang diciptakan sendiri.
50. Anggota pertama dari Big Bang untuk mempromosikan lagu solo ( ‘Strong Baby’) – dari album grup – pertunjukan musik.
51. Pertamanya ‘Strong Baby’ kinerja disiarkan di SBS Gayo Daejun – 12.29.2008
Tae Yang
~ Nama panggilan kesayangannya adalah 흑인 (African American)
~ Fan sign yang paling diingat : Bachelor YoungBae
~ Ukuran bajunya M
~ Topinya ukuran 7 1 / 4.
~ Menjadi ‘tertarik’ pada musik setelah mendengar Brian McKnight album pertama ketika ia masih kecil.
~ Dia bisa membuat ramyun.
~ ketika ia masih muda, dia punya mimpi buruk naik unicorn ibunya dan terbang.
~ Ketika ditanya apa itu cinta ketika ia masih muda (2002), ia menjawab
‘diare’.
~ Dia berbicara dalam tidurnya.
~ Dikenal sebagai anggota stingiest, ketika Big Bang mendapat hadiah dari penggemar mereka menempatkan mereka di tempat tertentu, tetapi Taeyang lupa dan mengambil semua ke kamarnya.
~ Suka Daesung’s cerah dan senyum bahagia, beberapa orang
mengatakan senyum sendiri memiliki beberapa kesedihan.
~ Dia tidak pernah punya pacar sebelumnya.
~ Dikenal sangat pemalu dan gugup di sekitar gadis, telah menjadi lebih baik, tetapi masih tidak dapat berbicara atau melihat mereka.
~ Ciuman pertama adalah: “Terakhir September (2006) ketika kami mendapat satu dari 2, di set video musik. Gadis adalah aktris Lee Suh Ra. Sedikit tapi berkali-kali. Apa? Aku tidak bisa menahan itu!” Dia texted nya Big Bang yang lain anggota segera setelah dengan “HYUNGS IM DEAD!” (mereka: apa yang terjadi?) “I KISSED THE GIRL!!
~ Dia terdaftar pada Se7en’s fan kafe.
~ ibu sebagai # 1 speed dial.
~ Menyaksikan Battle Shinhwa Seungri shoe sebelum bertemu dengannya.
~ Tidak suka ketika menghadapi orang membuat penilaian tentang mereka.
~ Memilih Daesung sebagai teman kencan jika dia seorang gadis.
~ Mengatakan kalau dia bukan seorang seniman musik, ia akan menjadi Gag Man.
~ Konflik terbesar dengan GD adalah peserta pelatihan selama bertahun-tahun dan itu sudah lebih dari permainan bola basket di mana ia bahkan meraih kerah GD oleh karena ia begitu marah.
~ Ia paling percaya diri dengan alisnya.
~ Lebih memilih cinta daripada urusan kerja.
~ Salah satu lagu favoritnya adalah ‘Frankie J – Don’t Wanna Try’.
~ Menganggap itu canggung ketika dua Seung Hyuns yang tersisa bersama-sama.
~ Jika dia mendapat pacar dari kalangan fans,dia akan selalu memegang tangannya.
~ Seniman favoritnya termasuk Boyz II Men.
~ Pada Karaoke ia selalu menyanyikan Incomplete – Dru Hill
~ Dia suka yang murah hati, pekerja keras tipe cewek.
~ Young Bae film favorit adalah “if only” (dibintangi Jennifer Love Hewitt) [Teleconcert]
~ Selalu membawa ipod nya, Alkitab, dan kartu vocab inggris dalam ransel dan kadang-kadang minuman energi. [sumber]
General
~ Mengambil bagian dalam JinuSean’s MV ‘Ayo’ karena dia ingin untuk debut sebagai penyanyi dansa seperti idolanya, Yoo SeungJun dan HOT
~ Ia memutuskan untuk menjadi seorang rapper setelah bertemu JinuSean.
~ Ia bertindak sebagian kecil dalam film ‘Besame Mucho’.
~ Terbaiknya grade / peringkat sementara di sekolah: di sekolah menengah menempati peringkat 10. Tapi satu waktu selama SMA mendapat 30 [dari 100] pada tes matematika.
~ Dia ingin menjadi seorang seniman yang terkenal di seluruh dunia.
~ Dia ingin suatu hari menjadi memimpin dalam sebuah melodrama drama.
~ Barang berharga milik-Nya adalah sebuah piano yang dibelikan ibunya ketika dia masih muda. Impiannya adalah menjadi seorang pianis, dan ibunya membelinya untuk dirinya setelah banyak berpikir dan pertimbangan.
~ Dia pergi dari rapper di GDYB untuk memimpin vokalis / penyanyi di Big Bang.
~ Dia ingin melakukan duet dengan Lee Soon.
~ Dia menghilangkan stres dengan mendengarkan musik.
~ Bangga pada dirinya sendiri ketika ia menyanyi dan menari dengan semangat.
~ Merasa terharu mengetahui bahwa orang-orang menghabiskan banyak usaha membuat plakat dan fanletters untuknya.
~ Young Bae’s kakek ditunjukkan dalam dokumen episode, meninggal 16 September 2006 (sehari setelah pertunjukannya) dari sebuah kecelakaan mobil. Kakeknya yang selalu ingin melihat YB di tv, meninggal dunia sebelum itu bisa terjadi dan sejak saat itu, YB bekerja dan melakukan untuk kemuliaan kakeknya.
~ YoungBae menulis lirik untuk “Goodbye Baby” [Diskografi / Album]
~ YoungBae membuat “cameo” di Se7en’s All Night MV [BB Dokumenter &
Se7en's MV]
~ Orang termuda memiliki galeri di DC nya Inside
~ DYCB adalah galeri pertama member dari grup idola.
~ Orang pertama yang memiliki galeri setelah namanya di YG Entertainment
~ The 2nd Male penyanyi galeri (setelah Lee Seung Hwan)
~ Fan sign yang paling diingat : Bachelor YoungBae
~ Ukuran bajunya M
~ Topinya ukuran 7 1 / 4.
~ Menjadi ‘tertarik’ pada musik setelah mendengar Brian McKnight album pertama ketika ia masih kecil.
~ Dia bisa membuat ramyun.
~ ketika ia masih muda, dia punya mimpi buruk naik unicorn ibunya dan terbang.
~ Ketika ditanya apa itu cinta ketika ia masih muda (2002), ia menjawab
‘diare’.
~ Dia berbicara dalam tidurnya.
~ Dikenal sebagai anggota stingiest, ketika Big Bang mendapat hadiah dari penggemar mereka menempatkan mereka di tempat tertentu, tetapi Taeyang lupa dan mengambil semua ke kamarnya.
~ Suka Daesung’s cerah dan senyum bahagia, beberapa orang
mengatakan senyum sendiri memiliki beberapa kesedihan.
~ Dia tidak pernah punya pacar sebelumnya.
~ Dikenal sangat pemalu dan gugup di sekitar gadis, telah menjadi lebih baik, tetapi masih tidak dapat berbicara atau melihat mereka.
~ Ciuman pertama adalah: “Terakhir September (2006) ketika kami mendapat satu dari 2, di set video musik. Gadis adalah aktris Lee Suh Ra. Sedikit tapi berkali-kali. Apa? Aku tidak bisa menahan itu!” Dia texted nya Big Bang yang lain anggota segera setelah dengan “HYUNGS IM DEAD!” (mereka: apa yang terjadi?) “I KISSED THE GIRL!!
~ Dia terdaftar pada Se7en’s fan kafe.
~ ibu sebagai # 1 speed dial.
~ Menyaksikan Battle Shinhwa Seungri shoe sebelum bertemu dengannya.
~ Tidak suka ketika menghadapi orang membuat penilaian tentang mereka.
~ Memilih Daesung sebagai teman kencan jika dia seorang gadis.
~ Mengatakan kalau dia bukan seorang seniman musik, ia akan menjadi Gag Man.
~ Konflik terbesar dengan GD adalah peserta pelatihan selama bertahun-tahun dan itu sudah lebih dari permainan bola basket di mana ia bahkan meraih kerah GD oleh karena ia begitu marah.
~ Ia paling percaya diri dengan alisnya.
~ Lebih memilih cinta daripada urusan kerja.
~ Salah satu lagu favoritnya adalah ‘Frankie J – Don’t Wanna Try’.
~ Menganggap itu canggung ketika dua Seung Hyuns yang tersisa bersama-sama.
~ Jika dia mendapat pacar dari kalangan fans,dia akan selalu memegang tangannya.
~ Seniman favoritnya termasuk Boyz II Men.
~ Pada Karaoke ia selalu menyanyikan Incomplete – Dru Hill
~ Dia suka yang murah hati, pekerja keras tipe cewek.
~ Young Bae film favorit adalah “if only” (dibintangi Jennifer Love Hewitt) [Teleconcert]
~ Selalu membawa ipod nya, Alkitab, dan kartu vocab inggris dalam ransel dan kadang-kadang minuman energi. [sumber]
General
~ Mengambil bagian dalam JinuSean’s MV ‘Ayo’ karena dia ingin untuk debut sebagai penyanyi dansa seperti idolanya, Yoo SeungJun dan HOT
~ Ia memutuskan untuk menjadi seorang rapper setelah bertemu JinuSean.
~ Ia bertindak sebagian kecil dalam film ‘Besame Mucho’.
~ Terbaiknya grade / peringkat sementara di sekolah: di sekolah menengah menempati peringkat 10. Tapi satu waktu selama SMA mendapat 30 [dari 100] pada tes matematika.
~ Dia ingin menjadi seorang seniman yang terkenal di seluruh dunia.
~ Dia ingin suatu hari menjadi memimpin dalam sebuah melodrama drama.
~ Barang berharga milik-Nya adalah sebuah piano yang dibelikan ibunya ketika dia masih muda. Impiannya adalah menjadi seorang pianis, dan ibunya membelinya untuk dirinya setelah banyak berpikir dan pertimbangan.
~ Dia pergi dari rapper di GDYB untuk memimpin vokalis / penyanyi di Big Bang.
~ Dia ingin melakukan duet dengan Lee Soon.
~ Dia menghilangkan stres dengan mendengarkan musik.
~ Bangga pada dirinya sendiri ketika ia menyanyi dan menari dengan semangat.
~ Merasa terharu mengetahui bahwa orang-orang menghabiskan banyak usaha membuat plakat dan fanletters untuknya.
~ Young Bae’s kakek ditunjukkan dalam dokumen episode, meninggal 16 September 2006 (sehari setelah pertunjukannya) dari sebuah kecelakaan mobil. Kakeknya yang selalu ingin melihat YB di tv, meninggal dunia sebelum itu bisa terjadi dan sejak saat itu, YB bekerja dan melakukan untuk kemuliaan kakeknya.
~ YoungBae menulis lirik untuk “Goodbye Baby” [Diskografi / Album]
~ YoungBae membuat “cameo” di Se7en’s All Night MV [BB Dokumenter &
Se7en's MV]
~ Orang termuda memiliki galeri di DC nya Inside
~ DYCB adalah galeri pertama member dari grup idola.
~ Orang pertama yang memiliki galeri setelah namanya di YG Entertainment
~ The 2nd Male penyanyi galeri (setelah Lee Seung Hwan)
Dae Sung
1. Nama aslinya Kang Dae Sung [강대성].
2. Panggilan kesayangannya adalah 미소 천사 (Smiling Angel).
3. Lahir pada tanggal 26 April 1989.
4. Selalu melakukan latihan/punya personal trainer sendiri.
5. Menyadari bahwa dia ingin menjadi seorang penyanyi setelah mendengarkan Stevie Wonder.
6. Gayafavoritnya adalah’D.S style’ (his style)
7. Ukuran pakaiannya adalah Medium (M).
8. Daesung tidak bergerak ketika dia tidur. (iyaa, cuma nafas doang haha)
9. Daesung berpikir bahwa dia tampak baik ketika memberi orang lain kebahagiaan. Terutama, ketika lelucon sukses dan dia lucu di acara.(ga usahngelawak.. liat wajahnya aja aku ktawa. hhi peace)
10. Daesung mengaku ingin belajar dari G-Dragon leader, bagaimana cara memimpin begitu banyak orang.(yeoboku gitu lohh.. *nunjuk2 GD* )
11. Barang berharga milik-Nya adalah warna, mp3 player, dan chapstick dalam saku.
12. Ciuman pertama, “tahun ke-9 kelas di sebuah kafe dengan pacar saya. Karena kami berdua saling menyukai. Itu adalah ciuman ringan.” (O.o)
13. Daesung terdaftar pada Kim Bum Soo’s fan kafe dan Kim Jung Ah’s di bawah alias ‘Aku Ingin Jung Ah’.
14. Ibunya sebagai # 1 pada panggilan cepat.
15. Tidak suka mendengar ketika orang mengatakan dia bertambah berat badan ketika dia berusaha keras untuk diet.
16. Daesung mengambil T.O.P sebagai teman kencan kalau dia adalah seorang gadis.
17. Di masa lalu daesung telah bermimpi untuk menjadi seorang pemain bisbol, seorang pendeta, dan seorang MC.
19. Cinta pertamanya adalah cinta bertepuk sebelah tangan. (so poor oppa)
20. Julukannya di sekolah itu Kim Jong Gook.
21. Daesung paling percaya diri dengan matanya.
22. Ketika di rumah sendirian, dia yang membersihkan dan mengatur rumah.
23. Meredakan stres dengan tertawa / tersenyum.
24. Satu-satunya kali daesung tidak sanggup tersenyum adalah setelah dia turun dari panggung – setiap kali Daesung membuat kesalahan di panggung, dia merasa kecewa dan bertanggung jawab.
25. Salah satu lagu kesukaannya adalah Mario – How Could you.
26. Daesung ingin penggemar untuk berhenti melakukan: menyentuh mereka / memeluk mereka.
27. Daesung ingin suatu hari nanti duet dengan Park Jung Hyun (Lena Park).
28. Daesung bangga pada dirinya sendiri ketika dia mampu membuat seseorang tergerak dengan musik.
29. Daesung dijuluki “Geh Chun Daesung” – itu berarti: Daesung adalah seorang jenius di lelucon (mengatakan hal-hal lucu). Itu tidak diciptakan karena dia benar-benar BAIK di melucu .. itu karena dia membuat lelucon tentang itu sebelumnya.
30. Ingin melakukan makanan dan ponsel CF.
31. Seniman favoritnya termasuk Usher, RL, Wheesung
32. Lagu yang selalu dinyanyikan di Karaoke adalah With Me [Wheesung]
33. Jika Daesung mendapatkan pada seorang gadis dalam kelompok penggemar, dia yang akan membuat rencana untuk menghubunginya.
34. Daesung tidak tahu bagaimana untuk berenang. [Daum Telzone Wawancara].
35. Daesung adalah member ketiga anggota Big Bang. Ketika para pelatih & repetisi ditanya apa yang mereka inginkan anggota dalam kelompok, mereka memilih dengan suara bulat SEMUA Daesung.
36. Daesung melanjutkan mimpinya menjadi seorang penyanyi, bahkan bertentangan dengan keinginan keluarga.
37. Selama tahun pertamanya dia mendapat 85 poin, yang merupakan yang terbaik di SMA. Di kelas 8 dia terobsesi dengan permainan sehingga dia hampir tidak belajar dan skor turun sampai 62 poin.
38. Sebuah hadiah dari seorang penggemar yang menyentuh Daesung adalah jurnal penuh tulisan. Pada akhir pensil tumpul ada menempel di belakang. Ini pensil yang sama sekali baru ketika mereka pertama kali memulai jurnal tapi setelah menggunakannya, itu menjadi pendek dan membosankan.
39. Para Fans Daesung memuji kepribadian dan vokal dae sung yang menakjubkan hingga membuat banyak situs yang di dedikasikan untuknya.
40. Selama audisi, Dae Sung disebut “Unpretty Boy” namun kemudian di tim staf menegaskan bahwa Daesung sebenarnya adalah anggota paling populer di Big Bang.
41. Daesung memiliki obsesi dan tidak bisa hidup tanpa “Doraemon”, sebuah kartun di Jepang.
42. Daesung pernah mengalami kecelakaan mobil saat pulang dati lokasi syuting Family Outing pada 2009 lalu.
43. Menurut Taeyang, Daesung itu penuh rahasia, bahkan selama tinggal bersama Taeyang belum pernah melihat Daesung ke Toilet.(mwoya??)
44. Daesung menjadi dubber di film animasi 3D “Sammy’s Adventures: The Secret Passage”
45. Daesung merupakan anggota termuda kedua di Big Bang setelah Seungri.
2. Panggilan kesayangannya adalah 미소 천사 (Smiling Angel).
3. Lahir pada tanggal 26 April 1989.
4. Selalu melakukan latihan/punya personal trainer sendiri.
5. Menyadari bahwa dia ingin menjadi seorang penyanyi setelah mendengarkan Stevie Wonder.
6. Gayafavoritnya adalah’D.S style’ (his style)
7. Ukuran pakaiannya adalah Medium (M).
8. Daesung tidak bergerak ketika dia tidur. (iyaa, cuma nafas doang haha)
9. Daesung berpikir bahwa dia tampak baik ketika memberi orang lain kebahagiaan. Terutama, ketika lelucon sukses dan dia lucu di acara.(ga usahngelawak.. liat wajahnya aja aku ktawa. hhi peace)
10. Daesung mengaku ingin belajar dari G-Dragon leader, bagaimana cara memimpin begitu banyak orang.(yeoboku gitu lohh.. *nunjuk2 GD* )
11. Barang berharga milik-Nya adalah warna, mp3 player, dan chapstick dalam saku.
12. Ciuman pertama, “tahun ke-9 kelas di sebuah kafe dengan pacar saya. Karena kami berdua saling menyukai. Itu adalah ciuman ringan.” (O.o)
13. Daesung terdaftar pada Kim Bum Soo’s fan kafe dan Kim Jung Ah’s di bawah alias ‘Aku Ingin Jung Ah’.
14. Ibunya sebagai # 1 pada panggilan cepat.
15. Tidak suka mendengar ketika orang mengatakan dia bertambah berat badan ketika dia berusaha keras untuk diet.
16. Daesung mengambil T.O.P sebagai teman kencan kalau dia adalah seorang gadis.
17. Di masa lalu daesung telah bermimpi untuk menjadi seorang pemain bisbol, seorang pendeta, dan seorang MC.
19. Cinta pertamanya adalah cinta bertepuk sebelah tangan. (so poor oppa)
20. Julukannya di sekolah itu Kim Jong Gook.
21. Daesung paling percaya diri dengan matanya.
22. Ketika di rumah sendirian, dia yang membersihkan dan mengatur rumah.
23. Meredakan stres dengan tertawa / tersenyum.
24. Satu-satunya kali daesung tidak sanggup tersenyum adalah setelah dia turun dari panggung – setiap kali Daesung membuat kesalahan di panggung, dia merasa kecewa dan bertanggung jawab.
25. Salah satu lagu kesukaannya adalah Mario – How Could you.
26. Daesung ingin penggemar untuk berhenti melakukan: menyentuh mereka / memeluk mereka.
27. Daesung ingin suatu hari nanti duet dengan Park Jung Hyun (Lena Park).
28. Daesung bangga pada dirinya sendiri ketika dia mampu membuat seseorang tergerak dengan musik.
29. Daesung dijuluki “Geh Chun Daesung” – itu berarti: Daesung adalah seorang jenius di lelucon (mengatakan hal-hal lucu). Itu tidak diciptakan karena dia benar-benar BAIK di melucu .. itu karena dia membuat lelucon tentang itu sebelumnya.
30. Ingin melakukan makanan dan ponsel CF.
31. Seniman favoritnya termasuk Usher, RL, Wheesung
32. Lagu yang selalu dinyanyikan di Karaoke adalah With Me [Wheesung]
33. Jika Daesung mendapatkan pada seorang gadis dalam kelompok penggemar, dia yang akan membuat rencana untuk menghubunginya.
34. Daesung tidak tahu bagaimana untuk berenang. [Daum Telzone Wawancara].
35. Daesung adalah member ketiga anggota Big Bang. Ketika para pelatih & repetisi ditanya apa yang mereka inginkan anggota dalam kelompok, mereka memilih dengan suara bulat SEMUA Daesung.
36. Daesung melanjutkan mimpinya menjadi seorang penyanyi, bahkan bertentangan dengan keinginan keluarga.
37. Selama tahun pertamanya dia mendapat 85 poin, yang merupakan yang terbaik di SMA. Di kelas 8 dia terobsesi dengan permainan sehingga dia hampir tidak belajar dan skor turun sampai 62 poin.
38. Sebuah hadiah dari seorang penggemar yang menyentuh Daesung adalah jurnal penuh tulisan. Pada akhir pensil tumpul ada menempel di belakang. Ini pensil yang sama sekali baru ketika mereka pertama kali memulai jurnal tapi setelah menggunakannya, itu menjadi pendek dan membosankan.
39. Para Fans Daesung memuji kepribadian dan vokal dae sung yang menakjubkan hingga membuat banyak situs yang di dedikasikan untuknya.
40. Selama audisi, Dae Sung disebut “Unpretty Boy” namun kemudian di tim staf menegaskan bahwa Daesung sebenarnya adalah anggota paling populer di Big Bang.
41. Daesung memiliki obsesi dan tidak bisa hidup tanpa “Doraemon”, sebuah kartun di Jepang.
42. Daesung pernah mengalami kecelakaan mobil saat pulang dati lokasi syuting Family Outing pada 2009 lalu.
43. Menurut Taeyang, Daesung itu penuh rahasia, bahkan selama tinggal bersama Taeyang belum pernah melihat Daesung ke Toilet.(mwoya??)
44. Daesung menjadi dubber di film animasi 3D “Sammy’s Adventures: The Secret Passage”
45. Daesung merupakan anggota termuda kedua di Big Bang setelah Seungri.
Selasa, 06 Desember 2011
cinta
Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..
Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..
CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..
CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..
Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..
Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..
MIMPI YANG HILANG
Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..
Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..
Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
Kepedihan hati yang tak terobati,
disaat hati ini telah kuyakini..
Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Indah yang sekejap mata..
namun sakitnya tak terhinnga..
Kata-katapun tak mampu wakili..
akan pedih hati ini..
CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..
CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..
Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..
Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..
MIMPI YANG HILANG
Dibawah hamparan gelap luas yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini jauh seakan hilang..
Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam..
Aku dan jenuhku, Bersamaan membisu
Terlalu jauh untuk maraih bintang yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap
Dari nurani untuk rasa oleh jiwa
ketika aku terdiam
memandang sosok yang indah,,ketika itu pula hati kecil bicara..
dan ketika hati kecil bicara,,
nuraniku mengatakan “setialah untuk yang menunggumu disana”
lalu pikiranku menjawabnya dengan tegas “tentu aku setia”
karena aku hanya ingin hari itu,saat dia mengucap “selamat tinggal kekecewaan”,
itu menjadi hari terakhir aku mengecewakannya
setidaknya kini aku berusaha mewujudkan keinginannya
masa lalu biarlah berlalu,aku memang cukup senang dengan masa itu
tapi aku tak ingin mengulang waku itu…
lebih baik aku memandang kedepan
karena Tuhan dengan sempurna meletakkan kedua mataku di depan
suatu hari ucapannya itu akan disempurnakan
“selamat tinggal kekecewaan untuk selama-lamanya”
amanah hatiku adalah setiaku,selalu.
memandang sosok yang indah,,ketika itu pula hati kecil bicara..
dan ketika hati kecil bicara,,
nuraniku mengatakan “setialah untuk yang menunggumu disana”
lalu pikiranku menjawabnya dengan tegas “tentu aku setia”
karena aku hanya ingin hari itu,saat dia mengucap “selamat tinggal kekecewaan”,
itu menjadi hari terakhir aku mengecewakannya
setidaknya kini aku berusaha mewujudkan keinginannya
masa lalu biarlah berlalu,aku memang cukup senang dengan masa itu
tapi aku tak ingin mengulang waku itu…
lebih baik aku memandang kedepan
karena Tuhan dengan sempurna meletakkan kedua mataku di depan
suatu hari ucapannya itu akan disempurnakan
“selamat tinggal kekecewaan untuk selama-lamanya”
amanah hatiku adalah setiaku,selalu.
bisikan aneh
Jangan lupakan aku. Kabari aku jika kau sudah sampai di sana, begitu katamu ketika melepaskan kepergianku. Namun, pada saat yang bersamaan, perasaan ini berkata lain. Ada sesuatu yang tiba-tiba melintas, dan dengan caranya yang aneh pula dia mengatakan bahwa yang akan terjadi adalah sebaliknya.
Oleh karenanya, mungkin jika kau memperhatikan tatapan mataku, atau mimik yang tergambar di raut wajahku, kau akan tahu bahwa aku meragukan setiap kata yang kau ucapkan kepadaku.
Tetapi, itulah. Aku sendiri tak tahu lagi kepada siapa aku menaruh kepercayaan. Dusta itu sudah terlalu sering menghujaniku. Kebohongan rasanya seperti genting pada setiap rumah, atau jendela dengan kaca-kaca timah menorehkan warna-warninya di kehidupanku. Sehingga, jangan heran jika pada akhirnya aku pun mendiamkan saja apa yang terjadi pada diriku. Toh, akhirnya kau berbohong kepadaku.
"Jangan lupa, ya.." Itu ucapanmu sambil melemparkan senyum dari bibir yang biasa kau berikan padaku untuk kulumatkan di malam-malam kita tempo hari.
Ah, sandiwara apa lagi yang tengah kau mainkan, manisku? Bahkan ketika kukatakan bahwa kepergianku ini untuk sesuatu yang penting bagi kita, dan kau menunjukkan keberatan karena lamanya kita berpisah, aku sudah tahu bahwa itu hanya pura-pura saja. Kepura-puraan seutas tali layang-layang, yang kau tarik seolah menurunkan, yang sesungguhnya membuat terbangnya kian tinggi. Aku tahu, sayangku, aku tahu.
Maka, ketika pesawat ini mendarat dan aku melanjutkan perjalanan dengan landrover, mendaki dan menjelajahi tanah tak ramah, aku pun kian tergelak-gelak oleh sandiwara yang kau mainkan. Tidak, kau tidak bermain, tetapi menyutradari lakonku. Aha, kau menjadi sutradaranya!
Aku tahu kau tengah menimbang-nimbang dan menggores-goreskan naskah yang kau edit sendiri, dan mengarahkan langkahku untuk menemui kegagalan itu. Kau pikir aku tak tahu apa yang kucari? Kau pikir aku tak tahu siapa yang akan kutemui? Meskipun ketika kukatakan bahwa aku sendiri tak yakin benar akan apa yang akan kucari ini, dan kau mencegahku --ah, betapa manisnya adegan itu-- aku tahu bahwa sebetulnya kau tengah berdoa agar aku cepat-cepat pergi dan menjumpai bibir jurang kehampaan yang menganga.
"Sudah lama kenal sama Mahmud?" Tiba-tiba orang yang menjemputku bicara. Aku tak percaya manusia besi ini bisa bicara. Sejak kedatangannya di bandara, dan setelah hampir tiga jam dia bersamaku, baru ini yang diucapkannya.
Kau tahu, sayangku, caranya bicara menunjukkan bahwa apa yang diucapkannya hanyalah sebuah basa-basi, pemerah bibir. Dia tak punya kepentingan apa-apa denganku, karenanya dia bertanya tentang sesuatu yang tak berkaitan dengan urusannya. Bayangkan, jika saja kujawab "sudah", lantas dia mau bilang apa? Atau misalnya aku berdusta dengan mengatakan "belum", kira-kira apa yang akan dijadikannya pertanyaan berikutnya? Tak ada. Persis seperti caramu menghadapiku. Semuanya basa-basi.
"Sudah."
"O...berapa lama?"
Nah, apa kataku. Dia hanya mencoba berbasa-basi lagi.
"Sepuluh tahun...," jawabku asal saja.
"Teman kuliah?"
"Bukan."
"Teman kerja?"
"Bukan."
Nah, betul, kan, kataku, dia tak bisa menyambung dengan kata-kata lagi. Itu semua karena dia hanya berbasa-basi.
"Kita akan sampai di ibukota kecamatan kira-kira dua jam lagi. Dan karena di dalam dua jam itu saya khawatir kita tidak menemukan kedai atau apa pun, sebaiknya kita mampir dulu di pasar ini. Sekalian kita cari pompa bensin."
"O...bagaimana mungkin dalam dua jam perjalanan kita tidak bisa menemukan warung, atau kedai makanan?"
"...?"
Dia hanya menatapku dengan bingung. Otaknya tak cukup cerdas mencari sebuah kalimat yang bisa membuatku paham. Lalu, sambil menengok ke kanan dan ke kiri, mencari warung, dia kembali tenggelam dalam kebisuannya.
***
Selama menunggu makanan di kedai, aku membayangkan serbuk racun ditaburkan di makanan yang akan kumakan. Ah, jangan kau pura-pura, sayangku, dia adalah orang suruhanmu. Jangan menyangkal, aku tahu. Engkau ingin tahu bagaimana aku bisa tahu? Haha...untuk apa? Membuktikan bahwa kau adalah seorang juru catat yang andal? Dia dengan mudahnya menyuruh si pemilik warung untuk menaburkan sejenis sianida atau racun apalah namanya, ke dalam makananku.
"Saya belum lapar..."
Dan lihatlah wajahnya yang tolol itu.
"Saya sudah pesan 2 piring dan Anda setuju kita makan dulu. Kenapa tiba-tiba merasa belum lapar?"
"Maaf, ini perut saya. Sayalah yang paling tahu kondisinya."
"Hmm...tapi kita harus bayar 2 piring."
"Tak masalah. Saya akan bayar. Kalau mau, silakan makan punya saya..."
Piring dan lauk dihidangkan. Ikan bakar, sambal dan lalapan.
Dia makan dengan lahapnya. Aku hanya mengamatinya saja. Dia terlalu lahap, dan betul-betul menikmati nasi hangat dan ikan bakar itu.
"Jadi, nggak makan?"
Aku menggeleng.
"Sayang kalau dibuang. Saya makan, ya?" Dan dia langsung mengambil jatahku.
Dan kembali dia melahap habis nasiku, laukku dan lalapanku. Dia minum dengan tegukan besar dan mengeluarkan sendawa besar. Sungguh edan!
Kuamati perubahan di wajahnya. Sebentar lagi, ya, sebentar lagi dia akan...
***
Aneh. Si besi ini tak mati-mati juga, padahal, menurut dugaanku, piringku pasti beracun dan...mungkin aku salah. Landrover menderum lagi membelah malam.
Dia menyalakan rokok dan menikmati laju kendaraan dengan seenak perutnya. Sementara itu aku terayun-ayun dan merasakan kantuk mengganduli mataku. Tidak, tak mungkin aku tertidur, sementara kaki-tanganmu siap menikamku. Ini juga bagian sandiwaramu, bukan?
Tiba-tiba mobil berdecit, membelok dan berhenti. "Maaf, perut saya..." dia lari ke semak-semak sambil membawa sebotol air. "Kebanyakan sambal," teriaknya sebelum menghilang di semak-semak.
Bukan kebanyakan sambal, tapi sianidamu mulai bekerja. Bagaimana mungkin dia yang menyuruh menaburkan bubuk racun itu kemudian memakannya? Apakah dia ingin meyakinkan aku bahwa... ah, sandiwara terlucu yang pernah kusaksikan.
Mesin menyala, lampunya mengarah ke semak-semak. Sialan, aku disuruh menyaksikan dan menunggui pembunuhku buang air! Kampret! Aku sungguh tak mengerti jalan pikiranmu. Kita sebentar lagi akan menikah, dan dalam pernikahan itu, kujamin bahwa diriku akan bisa membuatmu menjadi wanita terhormat, ibu dari anak-anakku. Yang aku tak mengerti, mengapa kau sudah... ah, itu yang aku tak paham. Apa sebetulnya motivasimu?
***
Dan Mahmud itu, nama yang kau sebut-sebut sebagai kawan yang mungkin bisa membantuku itu, bukankah dia kekasih gelapmu? Jangan kau sangkal dan membalikkan kenyataan itu sebagai bentuk kecemburuanku padamu. Jika bukan kekasih gelapmu, mana mungkin kau secara cepat memberikan nama itu kepadaku?
Apalagi, rumahnya jauh dari rumah kita. Bayangkan, aku harus berpesawat, lalu naik landrover ini berjam-jam, baru bisa menemukannya. Aku curiga, jangan-jangan kau telah bersekongkol dengan Mahmud. Dan manusia besi yang sekarang sedang berjuang keras di balik semak-semak itu, tentunya adalah kaki-tangan Mahmud juga.
Tetapi, mengapa?
Aku sendiri meragukan apakah yang kucari ini akan kutemukan atau tidak. Tetapi, ketika kukatakan kepadamu, tempo hari itu, aku jadi curiga. Jangan-jangan, sikapmu, ucapanmu, bahkan tangisanmu, sebetulnya adalah taktikmu saja agar aku meragukan kepergianku. Itu sebabnya, aku justru ingin pergi dan mencarinya. Seandainya saja, engkau tidak keberatan dan mempersilakan aku pergi, mungkin aku malah tak pergi.
Tetapi karena kau merengek agar tak kutinggalkan, entahlah, keinginanku untuk pergi rasanya kian menggebu.
Sungguh aku tidak mengerti sikapmu.
"Wah, lega rasanya, bisa..." Dan dia mengakhiri kalimatnya dengan ekspresi puas, diulas senyum lebar.
Sungguh tak sopan manusia satu ini. Selesai buang hajat malah pamer!
***
Perjalanan berlanjut. Hanya bunyi mesin yang kudengar. Jalan berkelok-kelok, mendaki, menurun, bergelombang. Belum mati juga, dia.
"Merokok?"
"Terima kasih. Kata orang merokok bisa memendekkan umur," jawabku berusaha ketus. Maksudku agar dia mengerti bahwa sebetulnya aku keberatan kalau dia merokok.
Ajaib dia malah tertawa terbahak-bahak.
"Hebat benar, Tuhan bisa dikalahkan oleh rokok..." dan gelak tawanya kian nyaring di malam sunyi ini.
Sinting, dia membawa-bawa nama Tuhan demi sebatang rokok sialan itu.
"Anak saya lima. Yang besar sudah SMA, Mas?"
Ampun, siapa yang mau tahu keluarganya? Mau punya anak selusin pun, aku tak peduli. "Belum kawin...," jawabku lesu.
"Lho, saya pikir Mas ini suaminya Mbak Desy?"
Nah, nah...bagaimana mungkin dia tahu namamu? Bukankah kau pun tak mengenalnya? Bagaimana mungkin dia tahu bahwa namamu Desy dan aku adalah pasanganmu? Jika bukan ada apa-apanya, tentu tak mungkin dia tahu banyak tentang kita.
"Pak Mahmud bilang bahwa Mas ini suaminya Mbak Desy. Jadi, bukan? Maksud saya, belum menikah?" Dia pun terbahak lagi.
Lihatlah, Des, lihat... ah, seandainya saja kau bisa menyaksikan bagaimana laki-laki besi ini tertawa geli. Dia mengejekku. Dia menertawakanku. Bukankah ini sebetulnya maksudmu "melemparkan"-ku kemari? Agar aku jadi bahan tertawaan orang lain? Oh, Desy, Desy... aku semakin tak mengerti mengapa kau menyukai cara-cara aneh untuk menghina calon suamimu sendiri?
"Mumpung masih muda, kawinlah Mas. Maaf usia Mas berapa?"
Hmmm! Mau apa dia tanya-tanya umurku? "Empat puluh."
Dia diam. Kurasa dia tak percaya atau angka empat puluh merupakan angka keramat baginya. Dan, Desy, inikah caramu agar aku dicerca oleh orang lain? Bukankah sudah menjadi keputusanmu bahwa selisih usia kita yang nyaris dua puluh tahun ini bukan soal untuk berumah tangga? Lalu, mengapa kau selalu menggiringku ke dalam bubu jebakan, agar setiap orang mempertanyakan masalah usia kita?
Apa rencanamu sebetulnya di balik ini semua?
***
Jam 11 malam landrover berhenti di depan sebuah rumah panggung. Sunyi dan gelap mengepung. Untunglah bulan masih mau membagi sinarnya. Bulan tanggal berapa sekarang, mengapa belum bulat penuh?
Mungkin, karena mendengar derum mobil, si tuan rumah membuka pintu. Seorang laki-laki besar, bercelana jins berkaos hitam, tegak di ambang pintu. Cahaya menyeruak menginginkan kebebasan.
"Belum tidur, rupanya, Pak Mahmud..."
"Itu Mahmud?" namun aku segera sadar bahwa tadi aku mengaku mengenalnya selama 10 tahun. Dia tentunya --seharusnya curiga dengan ucapanku. Tapi, ah, si bodoh ini hanya diam saja. Mungkin dia mengantuk atau tak peduli.
Dia turun tangga menyambutku. Hangat. Genggaman tangannya kuat sekali dan sebaris gigi besarnya menyeringai. Bahagia betul dia menemukan korbannya!
"Kenapa lama sekali, Din?" ucapnya di sela-sela senyumnya.
"Maaf Pak, tadi..." Si Din menepuk-nepuk perutnya sendiri sambil meringis. Mahmud tergelak.
***
Paginya, aku terbangun dengan badan dirajam lelah. Maklumlah, semalam aku tak makan dan langsung tertidur, begitu Mahmud membukakan kamar untukku. Kubuka jendela kayu dan... Tuhanku, engkau pasti tersenyum ketika menciptakan alam ini. Gunung-gunung berlapis-lapis, berkelambu kabut yang membuatnya kian menipis. Bebukitan menggunduk di sana-sini, menyembul di antara padang rumput, pepohonan dan bebatuan besar. Dan di leher-leher bukit itu, kabut tipis melayang perlahan, layaknya kain panjang seorang jelita putri di negeri dongeng. Kuda-kuda merumput tenang, bersama sapi dan kambing. Di manakah aku saat ini? Belum pernah kusaksikan keramahan yang menyejukkan jiwa, seperti di tempat ini.
"Mari sarapan dulu, istri saya sudah menyiapkan." Tiba-tiba suara yang kukenali membuatku tersadar dan melihat arloji. Jam sembilan!
"Mmm... ini waktu Indonesia Bagian Tengah. Jamnya pasti belum disesuaikan."
"Oh...," berarti aku harus mengubahnya menjadi jam sepuluh! Astaga, aku terbangun jam sepuluh! Berarti lelap sekali tidurku.
Sambil makan, Mahmud berkata tentang sesuatu yang akan kucari itu. Memang, dia bilang bahwa kayu itu tumbuh hanya di daerah ini, namun tidak semua orang bisa mencarinya. "Adanya di hutan dan hanya orang tertentu yang bisa menemukannya."
Aku berhenti menyuap. Gagal sudah harapanku.
"Untuk apa, sih, Mbak Desy mencari kayu itu?"
"Mmm... ini memang permintaan paling aneh.. Katanya untuk persyaratan mas kawin..."
Tanpa kuduga, Mahmud tertawa. Suaranya lantang memenuhi ruang-ruang di rumahnya. Sesaat dia tersedak. Minum. Lalu melanjutkan gelak tawanya lagi.
"Ya, ya... saya mengerti. Itu permintaan aneh, dan lebih aneh lagi, saya menurutinya. Saya harus ambil cuti dan...di sini ditertawakan orang," ucapku putus asa.
Mahmud berhenti tertawa tiba-tiba. "Oh, maaf, maaf...saya tidak menertawakan Mas. Saya hanya tak menyangka bahwa kayu itu begitu berharga bagi orang Jakarta. Itu saja. Jangan khawatir, saya akan membantu mencarikannya, jika memang sepenting itu." Dia lalu mengangkat HP-nya. Gila. Di lambung gunung seperti ini, HP-nya masih berfungsi.
Aku terdiam. Siapakah engkau, Mahmud?
***
Aku tiba-tiba diserang hawa aneh yang membuatku berubah pikiran. Ucapan Mahmud yang sungguh-sungguh itu membuatku berpikir tentang semua yang tengah kulakukan ini. Aku yang semula percaya padamu, Des, tentang syarat yang kau ajukan itu, dan itu kubuktikan dengan kesungguhanku berangkat, tiba-tiba menjadi ragu, karena setelah kupikir, mungkin ini hanya alasan penolakanmu atas lamaranku. Namun, ketika kau pun agaknya meragukan permintaanmu sendiri, sementara aku jadi kian menggebu berangkat, aku mulai bimbang dengan semua ucapanmu. Dan ketika sesampai di tempat ini, bicara dengan Mahmud, aku...ah, entahlah.
Bagaimana jika kayu itu memang kutemukan? Aneh. Gila. Nonsense.
"Ada, Mas."
"Apanya?"
"Kayunya. Mau seberapa panjang?"
Aku terdiam. Terus terang, aku tak punya kesiapan untuk itu.
"Kalau mau dimasukkan tas, ya, paling-paling 50 cm cukup, kan?"
Aku masih diam. Jadi, kayu itu memang ada dan bisa kumasukkan tasku. Ah, gila. Terus, aku harus bagaimana? Setelah kayu itu ada di tanganku dan itu mencukupi syarat perkawinan kita, Desy? Aku harus bagaimana?
"Maaf, tapi permintaan Mbak Desy memang agak langka. Soalnya, biasanya yang minta kayu itu adalah seorang dukun." ujar Mahmud sambil tersenyum, dan tangannya mencolek ikan goreng.
Dukun? Ah, skenario apalagi yang kau kembangkan untuk lakon kita, Desy?
Ahh, aku tak tahu lagi, apakah setelah berjam-jam waktuku hilang di jalan, dengan berbagai rajaman pikiran meninggalkanmu, cutiku yang terbuang sia-sia, dan kayu yang memang ada itu, kemudian..."dukun"? Aku tak tahu lagi apakah aku masih punya sisa tenaga untuk mengawinimu, Des? Terus terang aku lelah mendengar bisik-bisik yang selalu menggaung di kepalaku ini. Aku ingin berhenti. Aku ingin agar bisikan itu berhenti dan aku bisa lebih tenang menjalani sisa lakonku sendiri.
Oleh karenanya, mungkin jika kau memperhatikan tatapan mataku, atau mimik yang tergambar di raut wajahku, kau akan tahu bahwa aku meragukan setiap kata yang kau ucapkan kepadaku.
Tetapi, itulah. Aku sendiri tak tahu lagi kepada siapa aku menaruh kepercayaan. Dusta itu sudah terlalu sering menghujaniku. Kebohongan rasanya seperti genting pada setiap rumah, atau jendela dengan kaca-kaca timah menorehkan warna-warninya di kehidupanku. Sehingga, jangan heran jika pada akhirnya aku pun mendiamkan saja apa yang terjadi pada diriku. Toh, akhirnya kau berbohong kepadaku.
"Jangan lupa, ya.." Itu ucapanmu sambil melemparkan senyum dari bibir yang biasa kau berikan padaku untuk kulumatkan di malam-malam kita tempo hari.
Ah, sandiwara apa lagi yang tengah kau mainkan, manisku? Bahkan ketika kukatakan bahwa kepergianku ini untuk sesuatu yang penting bagi kita, dan kau menunjukkan keberatan karena lamanya kita berpisah, aku sudah tahu bahwa itu hanya pura-pura saja. Kepura-puraan seutas tali layang-layang, yang kau tarik seolah menurunkan, yang sesungguhnya membuat terbangnya kian tinggi. Aku tahu, sayangku, aku tahu.
Maka, ketika pesawat ini mendarat dan aku melanjutkan perjalanan dengan landrover, mendaki dan menjelajahi tanah tak ramah, aku pun kian tergelak-gelak oleh sandiwara yang kau mainkan. Tidak, kau tidak bermain, tetapi menyutradari lakonku. Aha, kau menjadi sutradaranya!
Aku tahu kau tengah menimbang-nimbang dan menggores-goreskan naskah yang kau edit sendiri, dan mengarahkan langkahku untuk menemui kegagalan itu. Kau pikir aku tak tahu apa yang kucari? Kau pikir aku tak tahu siapa yang akan kutemui? Meskipun ketika kukatakan bahwa aku sendiri tak yakin benar akan apa yang akan kucari ini, dan kau mencegahku --ah, betapa manisnya adegan itu-- aku tahu bahwa sebetulnya kau tengah berdoa agar aku cepat-cepat pergi dan menjumpai bibir jurang kehampaan yang menganga.
"Sudah lama kenal sama Mahmud?" Tiba-tiba orang yang menjemputku bicara. Aku tak percaya manusia besi ini bisa bicara. Sejak kedatangannya di bandara, dan setelah hampir tiga jam dia bersamaku, baru ini yang diucapkannya.
Kau tahu, sayangku, caranya bicara menunjukkan bahwa apa yang diucapkannya hanyalah sebuah basa-basi, pemerah bibir. Dia tak punya kepentingan apa-apa denganku, karenanya dia bertanya tentang sesuatu yang tak berkaitan dengan urusannya. Bayangkan, jika saja kujawab "sudah", lantas dia mau bilang apa? Atau misalnya aku berdusta dengan mengatakan "belum", kira-kira apa yang akan dijadikannya pertanyaan berikutnya? Tak ada. Persis seperti caramu menghadapiku. Semuanya basa-basi.
"Sudah."
"O...berapa lama?"
Nah, apa kataku. Dia hanya mencoba berbasa-basi lagi.
"Sepuluh tahun...," jawabku asal saja.
"Teman kuliah?"
"Bukan."
"Teman kerja?"
"Bukan."
Nah, betul, kan, kataku, dia tak bisa menyambung dengan kata-kata lagi. Itu semua karena dia hanya berbasa-basi.
"Kita akan sampai di ibukota kecamatan kira-kira dua jam lagi. Dan karena di dalam dua jam itu saya khawatir kita tidak menemukan kedai atau apa pun, sebaiknya kita mampir dulu di pasar ini. Sekalian kita cari pompa bensin."
"O...bagaimana mungkin dalam dua jam perjalanan kita tidak bisa menemukan warung, atau kedai makanan?"
"...?"
Dia hanya menatapku dengan bingung. Otaknya tak cukup cerdas mencari sebuah kalimat yang bisa membuatku paham. Lalu, sambil menengok ke kanan dan ke kiri, mencari warung, dia kembali tenggelam dalam kebisuannya.
***
Selama menunggu makanan di kedai, aku membayangkan serbuk racun ditaburkan di makanan yang akan kumakan. Ah, jangan kau pura-pura, sayangku, dia adalah orang suruhanmu. Jangan menyangkal, aku tahu. Engkau ingin tahu bagaimana aku bisa tahu? Haha...untuk apa? Membuktikan bahwa kau adalah seorang juru catat yang andal? Dia dengan mudahnya menyuruh si pemilik warung untuk menaburkan sejenis sianida atau racun apalah namanya, ke dalam makananku.
"Saya belum lapar..."
Dan lihatlah wajahnya yang tolol itu.
"Saya sudah pesan 2 piring dan Anda setuju kita makan dulu. Kenapa tiba-tiba merasa belum lapar?"
"Maaf, ini perut saya. Sayalah yang paling tahu kondisinya."
"Hmm...tapi kita harus bayar 2 piring."
"Tak masalah. Saya akan bayar. Kalau mau, silakan makan punya saya..."
Piring dan lauk dihidangkan. Ikan bakar, sambal dan lalapan.
Dia makan dengan lahapnya. Aku hanya mengamatinya saja. Dia terlalu lahap, dan betul-betul menikmati nasi hangat dan ikan bakar itu.
"Jadi, nggak makan?"
Aku menggeleng.
"Sayang kalau dibuang. Saya makan, ya?" Dan dia langsung mengambil jatahku.
Dan kembali dia melahap habis nasiku, laukku dan lalapanku. Dia minum dengan tegukan besar dan mengeluarkan sendawa besar. Sungguh edan!
Kuamati perubahan di wajahnya. Sebentar lagi, ya, sebentar lagi dia akan...
***
Aneh. Si besi ini tak mati-mati juga, padahal, menurut dugaanku, piringku pasti beracun dan...mungkin aku salah. Landrover menderum lagi membelah malam.
Dia menyalakan rokok dan menikmati laju kendaraan dengan seenak perutnya. Sementara itu aku terayun-ayun dan merasakan kantuk mengganduli mataku. Tidak, tak mungkin aku tertidur, sementara kaki-tanganmu siap menikamku. Ini juga bagian sandiwaramu, bukan?
Tiba-tiba mobil berdecit, membelok dan berhenti. "Maaf, perut saya..." dia lari ke semak-semak sambil membawa sebotol air. "Kebanyakan sambal," teriaknya sebelum menghilang di semak-semak.
Bukan kebanyakan sambal, tapi sianidamu mulai bekerja. Bagaimana mungkin dia yang menyuruh menaburkan bubuk racun itu kemudian memakannya? Apakah dia ingin meyakinkan aku bahwa... ah, sandiwara terlucu yang pernah kusaksikan.
Mesin menyala, lampunya mengarah ke semak-semak. Sialan, aku disuruh menyaksikan dan menunggui pembunuhku buang air! Kampret! Aku sungguh tak mengerti jalan pikiranmu. Kita sebentar lagi akan menikah, dan dalam pernikahan itu, kujamin bahwa diriku akan bisa membuatmu menjadi wanita terhormat, ibu dari anak-anakku. Yang aku tak mengerti, mengapa kau sudah... ah, itu yang aku tak paham. Apa sebetulnya motivasimu?
***
Dan Mahmud itu, nama yang kau sebut-sebut sebagai kawan yang mungkin bisa membantuku itu, bukankah dia kekasih gelapmu? Jangan kau sangkal dan membalikkan kenyataan itu sebagai bentuk kecemburuanku padamu. Jika bukan kekasih gelapmu, mana mungkin kau secara cepat memberikan nama itu kepadaku?
Apalagi, rumahnya jauh dari rumah kita. Bayangkan, aku harus berpesawat, lalu naik landrover ini berjam-jam, baru bisa menemukannya. Aku curiga, jangan-jangan kau telah bersekongkol dengan Mahmud. Dan manusia besi yang sekarang sedang berjuang keras di balik semak-semak itu, tentunya adalah kaki-tangan Mahmud juga.
Tetapi, mengapa?
Aku sendiri meragukan apakah yang kucari ini akan kutemukan atau tidak. Tetapi, ketika kukatakan kepadamu, tempo hari itu, aku jadi curiga. Jangan-jangan, sikapmu, ucapanmu, bahkan tangisanmu, sebetulnya adalah taktikmu saja agar aku meragukan kepergianku. Itu sebabnya, aku justru ingin pergi dan mencarinya. Seandainya saja, engkau tidak keberatan dan mempersilakan aku pergi, mungkin aku malah tak pergi.
Tetapi karena kau merengek agar tak kutinggalkan, entahlah, keinginanku untuk pergi rasanya kian menggebu.
Sungguh aku tidak mengerti sikapmu.
"Wah, lega rasanya, bisa..." Dan dia mengakhiri kalimatnya dengan ekspresi puas, diulas senyum lebar.
Sungguh tak sopan manusia satu ini. Selesai buang hajat malah pamer!
***
Perjalanan berlanjut. Hanya bunyi mesin yang kudengar. Jalan berkelok-kelok, mendaki, menurun, bergelombang. Belum mati juga, dia.
"Merokok?"
"Terima kasih. Kata orang merokok bisa memendekkan umur," jawabku berusaha ketus. Maksudku agar dia mengerti bahwa sebetulnya aku keberatan kalau dia merokok.
Ajaib dia malah tertawa terbahak-bahak.
"Hebat benar, Tuhan bisa dikalahkan oleh rokok..." dan gelak tawanya kian nyaring di malam sunyi ini.
Sinting, dia membawa-bawa nama Tuhan demi sebatang rokok sialan itu.
"Anak saya lima. Yang besar sudah SMA, Mas?"
Ampun, siapa yang mau tahu keluarganya? Mau punya anak selusin pun, aku tak peduli. "Belum kawin...," jawabku lesu.
"Lho, saya pikir Mas ini suaminya Mbak Desy?"
Nah, nah...bagaimana mungkin dia tahu namamu? Bukankah kau pun tak mengenalnya? Bagaimana mungkin dia tahu bahwa namamu Desy dan aku adalah pasanganmu? Jika bukan ada apa-apanya, tentu tak mungkin dia tahu banyak tentang kita.
"Pak Mahmud bilang bahwa Mas ini suaminya Mbak Desy. Jadi, bukan? Maksud saya, belum menikah?" Dia pun terbahak lagi.
Lihatlah, Des, lihat... ah, seandainya saja kau bisa menyaksikan bagaimana laki-laki besi ini tertawa geli. Dia mengejekku. Dia menertawakanku. Bukankah ini sebetulnya maksudmu "melemparkan"-ku kemari? Agar aku jadi bahan tertawaan orang lain? Oh, Desy, Desy... aku semakin tak mengerti mengapa kau menyukai cara-cara aneh untuk menghina calon suamimu sendiri?
"Mumpung masih muda, kawinlah Mas. Maaf usia Mas berapa?"
Hmmm! Mau apa dia tanya-tanya umurku? "Empat puluh."
Dia diam. Kurasa dia tak percaya atau angka empat puluh merupakan angka keramat baginya. Dan, Desy, inikah caramu agar aku dicerca oleh orang lain? Bukankah sudah menjadi keputusanmu bahwa selisih usia kita yang nyaris dua puluh tahun ini bukan soal untuk berumah tangga? Lalu, mengapa kau selalu menggiringku ke dalam bubu jebakan, agar setiap orang mempertanyakan masalah usia kita?
Apa rencanamu sebetulnya di balik ini semua?
***
Jam 11 malam landrover berhenti di depan sebuah rumah panggung. Sunyi dan gelap mengepung. Untunglah bulan masih mau membagi sinarnya. Bulan tanggal berapa sekarang, mengapa belum bulat penuh?
Mungkin, karena mendengar derum mobil, si tuan rumah membuka pintu. Seorang laki-laki besar, bercelana jins berkaos hitam, tegak di ambang pintu. Cahaya menyeruak menginginkan kebebasan.
"Belum tidur, rupanya, Pak Mahmud..."
"Itu Mahmud?" namun aku segera sadar bahwa tadi aku mengaku mengenalnya selama 10 tahun. Dia tentunya --seharusnya curiga dengan ucapanku. Tapi, ah, si bodoh ini hanya diam saja. Mungkin dia mengantuk atau tak peduli.
Dia turun tangga menyambutku. Hangat. Genggaman tangannya kuat sekali dan sebaris gigi besarnya menyeringai. Bahagia betul dia menemukan korbannya!
"Kenapa lama sekali, Din?" ucapnya di sela-sela senyumnya.
"Maaf Pak, tadi..." Si Din menepuk-nepuk perutnya sendiri sambil meringis. Mahmud tergelak.
***
Paginya, aku terbangun dengan badan dirajam lelah. Maklumlah, semalam aku tak makan dan langsung tertidur, begitu Mahmud membukakan kamar untukku. Kubuka jendela kayu dan... Tuhanku, engkau pasti tersenyum ketika menciptakan alam ini. Gunung-gunung berlapis-lapis, berkelambu kabut yang membuatnya kian menipis. Bebukitan menggunduk di sana-sini, menyembul di antara padang rumput, pepohonan dan bebatuan besar. Dan di leher-leher bukit itu, kabut tipis melayang perlahan, layaknya kain panjang seorang jelita putri di negeri dongeng. Kuda-kuda merumput tenang, bersama sapi dan kambing. Di manakah aku saat ini? Belum pernah kusaksikan keramahan yang menyejukkan jiwa, seperti di tempat ini.
"Mari sarapan dulu, istri saya sudah menyiapkan." Tiba-tiba suara yang kukenali membuatku tersadar dan melihat arloji. Jam sembilan!
"Mmm... ini waktu Indonesia Bagian Tengah. Jamnya pasti belum disesuaikan."
"Oh...," berarti aku harus mengubahnya menjadi jam sepuluh! Astaga, aku terbangun jam sepuluh! Berarti lelap sekali tidurku.
Sambil makan, Mahmud berkata tentang sesuatu yang akan kucari itu. Memang, dia bilang bahwa kayu itu tumbuh hanya di daerah ini, namun tidak semua orang bisa mencarinya. "Adanya di hutan dan hanya orang tertentu yang bisa menemukannya."
Aku berhenti menyuap. Gagal sudah harapanku.
"Untuk apa, sih, Mbak Desy mencari kayu itu?"
"Mmm... ini memang permintaan paling aneh.. Katanya untuk persyaratan mas kawin..."
Tanpa kuduga, Mahmud tertawa. Suaranya lantang memenuhi ruang-ruang di rumahnya. Sesaat dia tersedak. Minum. Lalu melanjutkan gelak tawanya lagi.
"Ya, ya... saya mengerti. Itu permintaan aneh, dan lebih aneh lagi, saya menurutinya. Saya harus ambil cuti dan...di sini ditertawakan orang," ucapku putus asa.
Mahmud berhenti tertawa tiba-tiba. "Oh, maaf, maaf...saya tidak menertawakan Mas. Saya hanya tak menyangka bahwa kayu itu begitu berharga bagi orang Jakarta. Itu saja. Jangan khawatir, saya akan membantu mencarikannya, jika memang sepenting itu." Dia lalu mengangkat HP-nya. Gila. Di lambung gunung seperti ini, HP-nya masih berfungsi.
Aku terdiam. Siapakah engkau, Mahmud?
***
Aku tiba-tiba diserang hawa aneh yang membuatku berubah pikiran. Ucapan Mahmud yang sungguh-sungguh itu membuatku berpikir tentang semua yang tengah kulakukan ini. Aku yang semula percaya padamu, Des, tentang syarat yang kau ajukan itu, dan itu kubuktikan dengan kesungguhanku berangkat, tiba-tiba menjadi ragu, karena setelah kupikir, mungkin ini hanya alasan penolakanmu atas lamaranku. Namun, ketika kau pun agaknya meragukan permintaanmu sendiri, sementara aku jadi kian menggebu berangkat, aku mulai bimbang dengan semua ucapanmu. Dan ketika sesampai di tempat ini, bicara dengan Mahmud, aku...ah, entahlah.
Bagaimana jika kayu itu memang kutemukan? Aneh. Gila. Nonsense.
"Ada, Mas."
"Apanya?"
"Kayunya. Mau seberapa panjang?"
Aku terdiam. Terus terang, aku tak punya kesiapan untuk itu.
"Kalau mau dimasukkan tas, ya, paling-paling 50 cm cukup, kan?"
Aku masih diam. Jadi, kayu itu memang ada dan bisa kumasukkan tasku. Ah, gila. Terus, aku harus bagaimana? Setelah kayu itu ada di tanganku dan itu mencukupi syarat perkawinan kita, Desy? Aku harus bagaimana?
"Maaf, tapi permintaan Mbak Desy memang agak langka. Soalnya, biasanya yang minta kayu itu adalah seorang dukun." ujar Mahmud sambil tersenyum, dan tangannya mencolek ikan goreng.
Dukun? Ah, skenario apalagi yang kau kembangkan untuk lakon kita, Desy?
Ahh, aku tak tahu lagi, apakah setelah berjam-jam waktuku hilang di jalan, dengan berbagai rajaman pikiran meninggalkanmu, cutiku yang terbuang sia-sia, dan kayu yang memang ada itu, kemudian..."dukun"? Aku tak tahu lagi apakah aku masih punya sisa tenaga untuk mengawinimu, Des? Terus terang aku lelah mendengar bisik-bisik yang selalu menggaung di kepalaku ini. Aku ingin berhenti. Aku ingin agar bisikan itu berhenti dan aku bisa lebih tenang menjalani sisa lakonku sendiri.
sebuah jalan
Jalanan sepi dan basah, kawan. Tetapi, lampu-lampu jalanan kiranya masih menyala kala itu, sehingga paras pucat perempuan itu sempat tertangkap meski tidak terlalu jelas lantaran cahaya lampu terhalang ranting akasia. Hujan sudah selesai, tetapi udara tentu saja sangat dingin. Tanpa hujan pun udara malam tetap dingin, bukan? Maafkan kalau aku kelihatan sok tahu, kawan. Kau tentu boleh tak setuju dengan bermacam ungkapan atau perumpamaan yang kubuat dalam menceritakan semua ini.
Ia meletakkan bokongnya di bangku halte dengan cemas yang deras menggerayangi perasaannya. Jemari tangannya yang lentik terawat meremas-remas sapu tangan basah yang digunakan untuk menyeka wajah dan rambutnya. Sebuah tas kecil terbuat dari kulit berwarna coklat talinya masih nyangkol di bahu, dikempit ketiaknya. Kopor hitam didekap kedua lututnya yang gemetar. Cahaya temaram menyembunyikan tubuhnya yang menggigil dibungkus jaket dan kaus hitam ketat. Kecemasan makin deras, sukar dibendung. Ia sering mengalami kecemasan. Tapi kali ini baru dialami sepanjang hidupnya.
Ia urung membakar sisa rokok yang tinggal sebatang-batangnya. Dimasukkannya kembali rokok itu ke dalam saku jaket. Taksi yang diharapkan lewat dan membawanya pergi dari tempat itu tak juga muncul. Udara dingin terasa semakin menghisap tenaga dan denyut nadinya serupa terik matahari menghisap embun di pagi hari. Ia meraba dadanya, seakan mengukur kemampuannya bertahan.
Di langit bulan direnggut lapisan awan tebal. Sisa hujan menggenang di jalan berlubang, sesekali berkilau tersiram cahaya lampu. Tak ada suara angin atau gonggongan anjing. Hanya sesekali, lamat, suara kersik daun kering yang putus dari tangkainya melayang tenang sebelum hinggap di badan jalan yang betul-betul lengang seperti kuburan.
Ia mengutuk peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Bukan hanya rentetan peristiwa yang beberapa jam lalu dilewatinya. Melainkan terutama peristiwa yang dialami masa kanak dan remajanya yang singkat dan muram. Ia meremas sapu tangan seakan meremas kecemasan yang terus menjalar dan menggerogoti lapis demi lapis ketegaran yang sekian lama dipupuknya. Dengan ragu-ragu dirogohnya saku jaket, mencari-cari rokok yang tadi tak jadi disulut. Ujung jemarinya menyentuh tembakau yang terburai dari kertasnya yang koyak karena gesekan dan saku jaket yang lembab.
Dibakarnya batang rokok yang koyak separuh, lantas disedotnya setengah hati. Ia membuang ludah yang terasa pahit di lidahnya. Tenggorokannya bagai terbakar, panas dan perih. Di telinganya suara nyamuk berdenging, menggigit kulitnya yang halus dan masih menyisakan harum. Tak ada kunang-kunang, membuat malam sungguh-sungguh kelam.
Pandangannya terus menyorot ke kanan sampai lehernya pegal; arah dari mana dirinya muncul tersaruk menyeret kopor. Ketegangan menyerang tubuhnya. Ia merasakan urat-urat lehernya menegang dan kaku. Taksi yang ditunggunya tak pernah muncul. Jalan itu memang tak dilintasi taksi apalagi di malam sepi dan dingin sehabis hujan seperti itu. Ia lupa, bahkan ojek pun tak berani melintas di sana. Baru kali ini ia linglung dan kehilangan akal apa yang harus diperbuatnya.
Ia mengetatkan dan menaikkan kerah jaketnya mencoba menghalau dingin. Tapi dingin tak bisa dihalau, ia telah bersekutu dengan malam dan sepi, mengundang kenangan yang berdiam dalam ingatannya. Ia serasa mendengar umpatan papa. Mendengar jeritan mama dan Ning, kakak sulungnya. Mereka berkelebatan mengurung matanya ke mana pun dibenturkan. Ia tidak pernah menemukan tempat yang benar-benar mampu menjauhkan ingatannya dari mereka dan seluruh peristiwa yang membuatnya membenci mereka. Mama dan papa seingatnya tak pernah bertemu kecuali untuk saling menumpahkan caci maki. Tak pernah dilihatnya mereka duduk bersama, bercengkerama, apalagi secara mesra mengulurkan tangan untuk dicium saat dirinya berangkat sekolah.
Ia dapat mendengar dengan jelas suara tangan papa menggampar pipi mama disertai bentakan, lantas lengkingan mama yang membuatnya terhenyak malam-malam. Disusul denting gelas dan cangkir beterbangan menghantam dinding. Kakak Ning tak pernah pulang kecuali dalam keadaan mabuk dan dipeluk seorang perempuan seusia mama. Mereka berdekapan sepanjang malam dengan pakaian separuh tanggal sambil mendesiskan suara-suara yang membuatnya mau muntah. Ia sendiri menggigil di balik pintu kamarnya. Adiknya, Riko, yang menderita autis pulas dalam pelukan tante Noah di kamar.
Ia tahu, Rikolah yang menjadi pangkal pertengkaran mereka. Papa menuduh Riko anak hasil perselingkuhan mama dengan pemuda-pemuda yang suka nongkrong di mall; bukan anak dari benihnya. Sebaliknya, mama yakin papa yang sering keluyuran malam dan bergonta-ganti pasangan yang menyebabkan Riko terlahir cacat.
Batang rokok terakhir sudah habis. Puntungnya yang masih mengepulkan asap tanpa sadar diremasnya. Sesaat ia menjerit dan terperanjat karena panas. Perlahan udara bergerak dari arah selatan tanpa suara. Wajahnya menegang lagi seperti ada anak-anak yang menariknya. Suasana makin hening. Gemeretak giginya terdengar nyaring. Ia melepas tas dari pundaknya kemudian dipeluknya. Meletakkan pipi di atasnya.
Seperti yang dilakukannya saat hatinya tiba-tiba perih direnggut rindu pada mama.
"Kamu kenapa, Revi?" tanya teman laki-lakinya melihat ia murung.
"Tidak apa-apa, Roni," jawabnya seraya menatap mata laki-laki itu.
"Kamu masih tak mempercayai aku? Hmm."
"Tidak. Kamu jangan sentimentil, Roni."
Mereka sudah cukup lama berhubungan. Ia tidak pernah mencintai seseorang seperti ia mencintai laki-laki itu. Laki-laki yang mula-mula menyerahkan penanganan urusan rambutnya. Laki-laki itu ketagihan pijatannya yang enak. Pelayanannya yang serba lembut dan menyentuh membuatnya berlangganan setiap pekan. Tentu tidak terbatas pada urusan rambut, melainkan juga perawatan kulit dan wajah. Pria metroseksual, kata orang-orang. Ia suka menatap lekat-lekat rahangnya yang kukuh, dagunya yang selalu kebiruan. Ia terpesona pada gaya bicara dan terutama suaranya yang basah dan terdengar mendesah. Maka usai dengan urusan rambut, biasanya laki-laki itu berlama-lama duduk di sana sampai malam larut oleh embun, mengobrolkan entah apa dengannya.
"Kenapa kamu memilih hidup seperti ini?" demikian laki-laki itu pernah bertanya.
"Kenapa?" perempuan itu balik bertanya.
"Pengin dengar ceritanya."
"Buat apa?"
"Namamu bagus."
"Ah."
"Bukan nama pemberian orang tuamu, kukira."
Obrolan-obrolan serupa berlanjut terus setiap laki-laki itu datang. Berceritalah dia tentang kebenciannya pada mama, papa, dan Kak Ning, juga rasa iba terkira pada kondisi Riko. Tetapi terutama pada peristiwa demi peristiwa yang membuatnya membenci mereka semua.
"Itu yang membuat kamu memilih begini?"
Perempuan itu tak menjawab. Ia teringat pada keputusan besarnya: mengkastrasi kelaminnya, mengubahnya menjadi vagina. Ia yakin benar kekeliruan itu harus diluruskan, bukan karena kebenciannya pada papa, mama dan Kak Ning yang entah sudah mati atau masih gentayangan entah di mana.
"Apakah salah."
Laki-laki itu tidak menjawab. Ia sendiri tak merasa memerlukan jawaban sebagimana ia juga tidak perlu tahu sungguhkah Roni mencintainya? Disimpan saja keraguannya itu. Ia berharap Roni sungguh-sungguh.
"Aku laki-laki, bukankah kamu perempuan?" ujar laki-laki itu seakan mengerti perasaannya.
"Hmm, aku gembira. Tapi tidakkah ini …"
Ia menepuk-nepuk telapak tangannya, membersihkan debu puntung rokok. Menelan ludahnya yang panas bagai lahar membakar lidah dan tenggorokan. Langit makin pekat. Selembar daun akasia jatuh tepat di pangkuannya. Seekor kucing tiba-tiba mendekat dan menyentuh-nyentuhkan tubuh ke kakinya. Di langit lapisan awan tebal tak menyisakan kerlip gemintang. Kenangan pelariannya dari rumah dengan mencuri semua perhiasan mama mendadak membayang lebih jelas. Seperti baru kemarin dia meninggalkan rumah yang dikutuknya bagai kamp penyiksaan bagi jiwanya.
Dengan percaya diri ia menjual semua perhiasan mama untuk menyewa ruko dan memulai usaha membuka salon. Ia adalah seorang yang ulet, terbukti salon yang dikelolanya tak pernah sepi pelanggan. Ia tidak perlu menjadi pengamen atau berdiri malam-malam di perempatan jalan menunggu mangsa; seperti kebanyakan kawan-kawannya.
Rupanya mama masih hidup, ia mendengar kabar mama masuk rumah sakit. Perempuan itu tak mengenalinya ketika ia menjenguknya di rumah sakit. Wajah mama nampak begitu pucat dan renta.
"Siapa kamu?" tanya tante Noah yang menjaga mama. Ia tak merasa perlu menjelaskan dirinya. Ia hanya berkata supaya mama dijaga, lantas pergi meninggalkan sekeranjang bunga dan buah-buahan. Sayup-sayup ia mendengar teriakan tante Noah memanggilnya, "Rava, Rava…" Sesunggguhnya ia ingin menghentikan langkah dan berbalik menemui mereka. Tapi keberaniannya tiba-tiba menguap entah ke mana.
Ia menelan ludah. Lamat didengarnya suara roda gerobak bakso yang didorong tergesa. Ia menggeser duduknya, mengangkat wajah melihat tukang bakso makin mendekat, dan melintas tanpa menoleh ke arahnya.
Bertahun-tahun ia tak pernah pulang. Berusaha melupakan mama, papa, Kak Ning , Riko dan semua impitan peristiwa masa kanaknya. Namun sering gagal. Semuanya selalu menguntit ingatannya. Setahun setelah peristiwa di rumah sakit, ia mendengar kabar mama meninggal. Kak Ning mengalami stres berkepanjangan, dan Riko dibuang tante Noah ke rumah panti anak-anak cacat. Papa entah ke mana.
Ia memejamkan matanya, berusaha membebaskan diri impitan ingatannya. Tetapi peristiwa lain yang menyeretnya ke tempat ini menyerbu kepalanya. Ia mendengar kabar perselingkuhan Roni dengan penari bar. Santi, karyawan setianya yang mengatakan kabar itu. Ia mendatangi hotel tempat mereka kencan. Setelah berdebat cukup alot, dengan berbelit resepsionis hotel itu memberi tahu nomor kamar mereka. Perasaannya berdebar kencang saat memijit tombol lift.
Di kamar yang dituju ia hanya mendapati seorang perempuan. Beberapa lama terjadi perang mulut. Ia sempat menampar perempuan itu. Ia ingin menuntaskan kegeramannya dengan melempar perempuan itu melalui jendela. Tapi itu tak dilakukannya, ia masih bisa menahan diri. Sebelum membanting pintu, ia mengakhiri pertengkaran dengan meletakkan mata belati yang berkilat di dada perempuan itu sambil membisikkan ancaman, "Lupakan Roni, atau ujung belati ini merobek jantungmu."
Ia melangkah pelan menyusuri karpet lorong hotel, berusaha tidak menimbulkan suara. Tiba di salonnya, ia melihat Roni sudah berdiri di sana sambil berkacak pinggang.
"Mulai malam ini, jangan campuri urusanku, waria haram jadah!"
Peristiwa berikutnya berlangsung begitu cepat. Ia menyeret laki-laki itu ke kamar, lalu dibantingnya di sana. Laki-laki itu dengan cepat bangkit menjambak rambutnya, mencekiknya, menampar kedua pipinya sangat keras, sampai bibirnya pecah. Ia limbung beberapa saat, kemudian meraih gunting di meja hias dan menusukkannya berkali-kali ke dada laki-laki itu. Setelah menyeka muncratan darah di mukanya, ia meraih pedang panjang yang selama ini menjadi hiasan di dinding. Dengan kalap memotong-motong mayat lelaki itu menjadi beberapa bagian.
Malam sudah melewati separuh perjalanannya. Perempuan itu masih di duduk di bangku halte. Mengutuk perasaannya sendiri yang begitu sentimentil. Kini ia teringat Santi. Ia memintanya tidak mengikuti dirinya. "Pergilah, Santi, jangan ikuti aku. Bawalah uang ini untuk bekal. Pergilah sejauh-jauhnya dari kota ini. Semoga semuanya akan baik-baik saja. Biar aku pergi menyusuri jalan ini sendiri. Sebab aku belum tahu tempat mana yang akan kutuju."
Hatinya bagai teriris melihat punggung karyawan setianya itu pergi membawa tangisnya yang mencekam.
Hujan turun lagi. Tiba-tiba ia merasa dirinya begitu tua, lelah dan teraniaya. Kepalanya tak kuat lagi disesaki peristiwa demi peristiwa penuh kepalsuan. Tak sanggup lagi membayangkan keluarga bahagia. Menata rambut para pelanggannya yang setia. Hidupnya terlalu sesak dengan keperihan, tak ada tempat bahkan untuk kisah cinta yang paling iseng dan sederhana. Maka tak ada lagi alasan untuk pergi dari situ. Begitu ia akhirnya memutuskan. Biarlah besok sekawanan polisi menggiringnya ke penjara.
Ia meletakkan bokongnya di bangku halte dengan cemas yang deras menggerayangi perasaannya. Jemari tangannya yang lentik terawat meremas-remas sapu tangan basah yang digunakan untuk menyeka wajah dan rambutnya. Sebuah tas kecil terbuat dari kulit berwarna coklat talinya masih nyangkol di bahu, dikempit ketiaknya. Kopor hitam didekap kedua lututnya yang gemetar. Cahaya temaram menyembunyikan tubuhnya yang menggigil dibungkus jaket dan kaus hitam ketat. Kecemasan makin deras, sukar dibendung. Ia sering mengalami kecemasan. Tapi kali ini baru dialami sepanjang hidupnya.
Ia urung membakar sisa rokok yang tinggal sebatang-batangnya. Dimasukkannya kembali rokok itu ke dalam saku jaket. Taksi yang diharapkan lewat dan membawanya pergi dari tempat itu tak juga muncul. Udara dingin terasa semakin menghisap tenaga dan denyut nadinya serupa terik matahari menghisap embun di pagi hari. Ia meraba dadanya, seakan mengukur kemampuannya bertahan.
Di langit bulan direnggut lapisan awan tebal. Sisa hujan menggenang di jalan berlubang, sesekali berkilau tersiram cahaya lampu. Tak ada suara angin atau gonggongan anjing. Hanya sesekali, lamat, suara kersik daun kering yang putus dari tangkainya melayang tenang sebelum hinggap di badan jalan yang betul-betul lengang seperti kuburan.
Ia mengutuk peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Bukan hanya rentetan peristiwa yang beberapa jam lalu dilewatinya. Melainkan terutama peristiwa yang dialami masa kanak dan remajanya yang singkat dan muram. Ia meremas sapu tangan seakan meremas kecemasan yang terus menjalar dan menggerogoti lapis demi lapis ketegaran yang sekian lama dipupuknya. Dengan ragu-ragu dirogohnya saku jaket, mencari-cari rokok yang tadi tak jadi disulut. Ujung jemarinya menyentuh tembakau yang terburai dari kertasnya yang koyak karena gesekan dan saku jaket yang lembab.
Dibakarnya batang rokok yang koyak separuh, lantas disedotnya setengah hati. Ia membuang ludah yang terasa pahit di lidahnya. Tenggorokannya bagai terbakar, panas dan perih. Di telinganya suara nyamuk berdenging, menggigit kulitnya yang halus dan masih menyisakan harum. Tak ada kunang-kunang, membuat malam sungguh-sungguh kelam.
Pandangannya terus menyorot ke kanan sampai lehernya pegal; arah dari mana dirinya muncul tersaruk menyeret kopor. Ketegangan menyerang tubuhnya. Ia merasakan urat-urat lehernya menegang dan kaku. Taksi yang ditunggunya tak pernah muncul. Jalan itu memang tak dilintasi taksi apalagi di malam sepi dan dingin sehabis hujan seperti itu. Ia lupa, bahkan ojek pun tak berani melintas di sana. Baru kali ini ia linglung dan kehilangan akal apa yang harus diperbuatnya.
Ia mengetatkan dan menaikkan kerah jaketnya mencoba menghalau dingin. Tapi dingin tak bisa dihalau, ia telah bersekutu dengan malam dan sepi, mengundang kenangan yang berdiam dalam ingatannya. Ia serasa mendengar umpatan papa. Mendengar jeritan mama dan Ning, kakak sulungnya. Mereka berkelebatan mengurung matanya ke mana pun dibenturkan. Ia tidak pernah menemukan tempat yang benar-benar mampu menjauhkan ingatannya dari mereka dan seluruh peristiwa yang membuatnya membenci mereka. Mama dan papa seingatnya tak pernah bertemu kecuali untuk saling menumpahkan caci maki. Tak pernah dilihatnya mereka duduk bersama, bercengkerama, apalagi secara mesra mengulurkan tangan untuk dicium saat dirinya berangkat sekolah.
Ia dapat mendengar dengan jelas suara tangan papa menggampar pipi mama disertai bentakan, lantas lengkingan mama yang membuatnya terhenyak malam-malam. Disusul denting gelas dan cangkir beterbangan menghantam dinding. Kakak Ning tak pernah pulang kecuali dalam keadaan mabuk dan dipeluk seorang perempuan seusia mama. Mereka berdekapan sepanjang malam dengan pakaian separuh tanggal sambil mendesiskan suara-suara yang membuatnya mau muntah. Ia sendiri menggigil di balik pintu kamarnya. Adiknya, Riko, yang menderita autis pulas dalam pelukan tante Noah di kamar.
Ia tahu, Rikolah yang menjadi pangkal pertengkaran mereka. Papa menuduh Riko anak hasil perselingkuhan mama dengan pemuda-pemuda yang suka nongkrong di mall; bukan anak dari benihnya. Sebaliknya, mama yakin papa yang sering keluyuran malam dan bergonta-ganti pasangan yang menyebabkan Riko terlahir cacat.
Batang rokok terakhir sudah habis. Puntungnya yang masih mengepulkan asap tanpa sadar diremasnya. Sesaat ia menjerit dan terperanjat karena panas. Perlahan udara bergerak dari arah selatan tanpa suara. Wajahnya menegang lagi seperti ada anak-anak yang menariknya. Suasana makin hening. Gemeretak giginya terdengar nyaring. Ia melepas tas dari pundaknya kemudian dipeluknya. Meletakkan pipi di atasnya.
Seperti yang dilakukannya saat hatinya tiba-tiba perih direnggut rindu pada mama.
"Kamu kenapa, Revi?" tanya teman laki-lakinya melihat ia murung.
"Tidak apa-apa, Roni," jawabnya seraya menatap mata laki-laki itu.
"Kamu masih tak mempercayai aku? Hmm."
"Tidak. Kamu jangan sentimentil, Roni."
Mereka sudah cukup lama berhubungan. Ia tidak pernah mencintai seseorang seperti ia mencintai laki-laki itu. Laki-laki yang mula-mula menyerahkan penanganan urusan rambutnya. Laki-laki itu ketagihan pijatannya yang enak. Pelayanannya yang serba lembut dan menyentuh membuatnya berlangganan setiap pekan. Tentu tidak terbatas pada urusan rambut, melainkan juga perawatan kulit dan wajah. Pria metroseksual, kata orang-orang. Ia suka menatap lekat-lekat rahangnya yang kukuh, dagunya yang selalu kebiruan. Ia terpesona pada gaya bicara dan terutama suaranya yang basah dan terdengar mendesah. Maka usai dengan urusan rambut, biasanya laki-laki itu berlama-lama duduk di sana sampai malam larut oleh embun, mengobrolkan entah apa dengannya.
"Kenapa kamu memilih hidup seperti ini?" demikian laki-laki itu pernah bertanya.
"Kenapa?" perempuan itu balik bertanya.
"Pengin dengar ceritanya."
"Buat apa?"
"Namamu bagus."
"Ah."
"Bukan nama pemberian orang tuamu, kukira."
Obrolan-obrolan serupa berlanjut terus setiap laki-laki itu datang. Berceritalah dia tentang kebenciannya pada mama, papa, dan Kak Ning, juga rasa iba terkira pada kondisi Riko. Tetapi terutama pada peristiwa demi peristiwa yang membuatnya membenci mereka semua.
"Itu yang membuat kamu memilih begini?"
Perempuan itu tak menjawab. Ia teringat pada keputusan besarnya: mengkastrasi kelaminnya, mengubahnya menjadi vagina. Ia yakin benar kekeliruan itu harus diluruskan, bukan karena kebenciannya pada papa, mama dan Kak Ning yang entah sudah mati atau masih gentayangan entah di mana.
"Apakah salah."
Laki-laki itu tidak menjawab. Ia sendiri tak merasa memerlukan jawaban sebagimana ia juga tidak perlu tahu sungguhkah Roni mencintainya? Disimpan saja keraguannya itu. Ia berharap Roni sungguh-sungguh.
"Aku laki-laki, bukankah kamu perempuan?" ujar laki-laki itu seakan mengerti perasaannya.
"Hmm, aku gembira. Tapi tidakkah ini …"
Ia menepuk-nepuk telapak tangannya, membersihkan debu puntung rokok. Menelan ludahnya yang panas bagai lahar membakar lidah dan tenggorokan. Langit makin pekat. Selembar daun akasia jatuh tepat di pangkuannya. Seekor kucing tiba-tiba mendekat dan menyentuh-nyentuhkan tubuh ke kakinya. Di langit lapisan awan tebal tak menyisakan kerlip gemintang. Kenangan pelariannya dari rumah dengan mencuri semua perhiasan mama mendadak membayang lebih jelas. Seperti baru kemarin dia meninggalkan rumah yang dikutuknya bagai kamp penyiksaan bagi jiwanya.
Dengan percaya diri ia menjual semua perhiasan mama untuk menyewa ruko dan memulai usaha membuka salon. Ia adalah seorang yang ulet, terbukti salon yang dikelolanya tak pernah sepi pelanggan. Ia tidak perlu menjadi pengamen atau berdiri malam-malam di perempatan jalan menunggu mangsa; seperti kebanyakan kawan-kawannya.
Rupanya mama masih hidup, ia mendengar kabar mama masuk rumah sakit. Perempuan itu tak mengenalinya ketika ia menjenguknya di rumah sakit. Wajah mama nampak begitu pucat dan renta.
"Siapa kamu?" tanya tante Noah yang menjaga mama. Ia tak merasa perlu menjelaskan dirinya. Ia hanya berkata supaya mama dijaga, lantas pergi meninggalkan sekeranjang bunga dan buah-buahan. Sayup-sayup ia mendengar teriakan tante Noah memanggilnya, "Rava, Rava…" Sesunggguhnya ia ingin menghentikan langkah dan berbalik menemui mereka. Tapi keberaniannya tiba-tiba menguap entah ke mana.
Ia menelan ludah. Lamat didengarnya suara roda gerobak bakso yang didorong tergesa. Ia menggeser duduknya, mengangkat wajah melihat tukang bakso makin mendekat, dan melintas tanpa menoleh ke arahnya.
Bertahun-tahun ia tak pernah pulang. Berusaha melupakan mama, papa, Kak Ning , Riko dan semua impitan peristiwa masa kanaknya. Namun sering gagal. Semuanya selalu menguntit ingatannya. Setahun setelah peristiwa di rumah sakit, ia mendengar kabar mama meninggal. Kak Ning mengalami stres berkepanjangan, dan Riko dibuang tante Noah ke rumah panti anak-anak cacat. Papa entah ke mana.
Ia memejamkan matanya, berusaha membebaskan diri impitan ingatannya. Tetapi peristiwa lain yang menyeretnya ke tempat ini menyerbu kepalanya. Ia mendengar kabar perselingkuhan Roni dengan penari bar. Santi, karyawan setianya yang mengatakan kabar itu. Ia mendatangi hotel tempat mereka kencan. Setelah berdebat cukup alot, dengan berbelit resepsionis hotel itu memberi tahu nomor kamar mereka. Perasaannya berdebar kencang saat memijit tombol lift.
Di kamar yang dituju ia hanya mendapati seorang perempuan. Beberapa lama terjadi perang mulut. Ia sempat menampar perempuan itu. Ia ingin menuntaskan kegeramannya dengan melempar perempuan itu melalui jendela. Tapi itu tak dilakukannya, ia masih bisa menahan diri. Sebelum membanting pintu, ia mengakhiri pertengkaran dengan meletakkan mata belati yang berkilat di dada perempuan itu sambil membisikkan ancaman, "Lupakan Roni, atau ujung belati ini merobek jantungmu."
Ia melangkah pelan menyusuri karpet lorong hotel, berusaha tidak menimbulkan suara. Tiba di salonnya, ia melihat Roni sudah berdiri di sana sambil berkacak pinggang.
"Mulai malam ini, jangan campuri urusanku, waria haram jadah!"
Peristiwa berikutnya berlangsung begitu cepat. Ia menyeret laki-laki itu ke kamar, lalu dibantingnya di sana. Laki-laki itu dengan cepat bangkit menjambak rambutnya, mencekiknya, menampar kedua pipinya sangat keras, sampai bibirnya pecah. Ia limbung beberapa saat, kemudian meraih gunting di meja hias dan menusukkannya berkali-kali ke dada laki-laki itu. Setelah menyeka muncratan darah di mukanya, ia meraih pedang panjang yang selama ini menjadi hiasan di dinding. Dengan kalap memotong-motong mayat lelaki itu menjadi beberapa bagian.
Malam sudah melewati separuh perjalanannya. Perempuan itu masih di duduk di bangku halte. Mengutuk perasaannya sendiri yang begitu sentimentil. Kini ia teringat Santi. Ia memintanya tidak mengikuti dirinya. "Pergilah, Santi, jangan ikuti aku. Bawalah uang ini untuk bekal. Pergilah sejauh-jauhnya dari kota ini. Semoga semuanya akan baik-baik saja. Biar aku pergi menyusuri jalan ini sendiri. Sebab aku belum tahu tempat mana yang akan kutuju."
Hatinya bagai teriris melihat punggung karyawan setianya itu pergi membawa tangisnya yang mencekam.
Hujan turun lagi. Tiba-tiba ia merasa dirinya begitu tua, lelah dan teraniaya. Kepalanya tak kuat lagi disesaki peristiwa demi peristiwa penuh kepalsuan. Tak sanggup lagi membayangkan keluarga bahagia. Menata rambut para pelanggannya yang setia. Hidupnya terlalu sesak dengan keperihan, tak ada tempat bahkan untuk kisah cinta yang paling iseng dan sederhana. Maka tak ada lagi alasan untuk pergi dari situ. Begitu ia akhirnya memutuskan. Biarlah besok sekawanan polisi menggiringnya ke penjara.
Langganan:
Postingan (Atom)